Dapatkah Indonesia Memimpin Perjuangan Global Melawan Ketimpangan? | Villagerspost.com

Dapatkah Indonesia Memimpin Perjuangan Global Melawan Ketimpangan?

Ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin (dok. ugm.ac.id)

Ketimpangan sosial antara si kaya dan si miskin (dok. ugm.ac.id)

Oleh: Deepak Xavier, Kepala Kampanye Even It Up, Oxfam International

Penghasilan bunga dari kekayaan orang terkaya di Indonesia dalam satu harinya mencapai 1000 kali lebih besar daripada upah rata-rata pekerja Indonesia dalam satu bulan. Fakta yang mengejutkan ini menggambarkan betapa seriusnya krisis ketimpangan yang sedang dihadapi Indonesia. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan: “Bukan ekstrem kanan atau kiri yang berbahaya. Musuh kita adalah ketimpangan”.

Indonesia menduduki urutan keenam dari negara yang memiliki ketimpangan tertinggi di dunia. Di Indonesia, empat miliarder teratas memiliki kekayaan yang lebih dari kekayaan 100 juta orang termiskin. Kondisi ini melemahkan upaya-upaya pengentasan kemiskinan, memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengancam kohesi sosial di Indonesia.

Tapi ketimpangan bukan hanya masalah Indonesia. Di awal tahun ini Oxfam menerbitkan laporan yang menyebut bahwa 8 orang terkaya dunia memiliki kekayaan yang sama besarnya dengan kekayaan setengah populasi dunia-–3,6 miliar orang. Tujuh dari 10 orang di dunia hidup di negara yang mengalami peningkatan ketimpangan dalam 30 tahun terakhir.

Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa perjuangan melawan ketimpangan adalah prioritas pemerintahannya di tahun 2017 dan Pemerintah Indonesia telah mencanangkan reformasi untuk menjabarkan komitmen tersebut. Setelah berhasil dengan reformasi pelayanan kesehatan Jakarta, Jokowi mengambil langkah-langkah besar untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang universal melalui skema asuransi kesehatan nasional JKN.

Sebuah paket kebijakan “Keadilan Ekonomi” telah diluncurkan baru-baru ini untuk mengatasi ketimpangan yang di dalamnya meliputi redistribusi lahan, menerapkan pajak atas spekulasi lahan, dan meningkatkan keterampilan pekerja Indonesia.

Semua ini merupakan langkah awal yang amat baik. Namun Indonesia dapat dan harus melangkah lebih jauh lagi bila ingin menjadi pemimpin dalam perjuangan global melawan ketimpangan. Pemerintah harus memastikan pekerjaan dan upah yang adil bagi semua orang Indonesia yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya, dengan cara menjamin upah hidup layak dan mengurangi hambatan bagi partisipasi perempuan dalam angkatan kerja.

Sistem pajak Indonesia perlu dirombak. Tidaklah cukup hanya memastikan bahwa orang-orang super kaya dan perusahaan membayar pajak secara adil. Pendapatan dari sistem pajak yang progresif harus digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan untuk menghilangkan premi asuransi kesehatan yang merugikan, dan memastikan bahwa semua orang dapat mengakses pelayanan dasar yang berkualitas. Bila Indonesia berhasil mencapai potensi pajaknya, maka anggaran kesehatan bisa naik sembilan kali lipat.

Bila Indonesia mengambil langkah-langkah untuk pembenahan upah dan ketenagakerjaan, pajak, dan belanja publik, Indonesia bisa memiliki masa depan yang sejahtera dan setara, dan hidup berjuta rakyat Indonesia akan lebih baik. Bila kebijakan yang tepat diadopsi, Indonesia dapat menjadi negara yang memimpin perjuangan global melawan ketimpangan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *