Fenomena La Nina Jangka Pendek, Petani Disarankan Tanam Varietas Tahan Air | Villagerspost.com

Fenomena La Nina Jangka Pendek, Petani Disarankan Tanam Varietas Tahan Air

Oleh: Tarsono, Petani Muda Pengamat Cuaca dari Desa Nunuk, Indramayu, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com.

Musim tanam padi kali ini bakal dipengaruhi adanya fenomena La Nina berjangka pendek, petani pun disarankan menanam varietas padi tahan air. Demikian skenario musiman hasil pengamatan oleh ahli cuaca Prof. Sue Walker, per tanggal 29 November 2017. Berdasarkan skenario itu, diprediksi La Nina lemah berjangka pendek akan tetap berlangsung pada periode akhir tahun 2017 sampai awal 2018.

Artinya diperkirakan akan banyak hujan terjadi di bulan Desember dalam kisaran curah hujan di atas 280 mm. Fenoma tingginya curah hujan ini akan terus bersambung dalam bulan Januari dengan curah hujan di atas 300mm, kemudian di bulan Februari di atas 220 mm.

Fenomena La Nina ini diperkirakan akan melemah hingga kondisi netral/normal yang dominan pada bulan Maret dalam rentang netral/normalnya, curah hujan kan mencapai 108 mm sampai dengan 240 mm.

Saat ini terjadi aktivitas siklon tropis dan curah hujan di atas rata-rata untuk 10 hari ke depan. Skenario musiman atau prakiraan cuaca ini berlaku untuk tiga bulan kedepan dan di perbaharui satu bulan sekali.

Terkait fenomena La Nina (yang dalam bahasa Spanyol artinya anak perempuan), saat fenomena ini terjadi, angin di atas samudera Pasifik bertiup lebih kuat dari pada biasanya. Angin kuat mendorong air laut yang hangat ke barat hingga ke wilayah Indonesia. Kemudian air yang lebih dingin dalam jumlah yang banyak naik ke permukaan samudera di sekitar wilayah Benua Amerika bagian selatan yang menyebabkan samudera Pasifik bagian timur menjadi lebih dingin beberapa derajat dari biasanya.

Pada kondisi La Nina, air yang lebih hangat dan gumpalan awan bergerak ke barat menuju wilayah Indonesia, sehingga wilayah Indonesia dan Australia bagian utara mendapat hujan yang lebih banyak dari pada biasanya. Karena itu, para petani disarankan untuk mengantisipasi tingginya curah hujan dengan melakukan beberapa langkah”

1. Menanam varietas padi yang lebih kuat terhadap cuaca basah, atau varietas dengan umur tanam panjang (4 bulan). Di Indramayu ada ada varietas Leci yang merupakan persilangan antara varietas Kebo dengan Ciherang yang tahan cuaca dan umur panen hingga 4 bulan.
2. Memperbanyak hasil persemaian padi. Tujuannya, jika tanaman di lahan mati akibat terendam air, maka masih ada sisa bakal tanaman di persemaian, untuk menambal tanaman padi yang mati.
3. Lakukan penyemaian pada bulan November dengan harapan agar bulan Desember sudah bisa mulai menanam.
4. Jangan lupa untuk terus berdoa kepada Allah SWT agar dijauhkan dari marah bahaya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *