Pukulan Dibalik Berita Kenaikan Harga Cabai | Villagerspost.com

Pukulan Dibalik Berita Kenaikan Harga Cabai

Operasi pasar cabai merah oleh Kementerian Pertanian (dok. kementerian pertanian)

Operasi pasar cabai merah oleh Kementerian Pertanian (dok. kementerian pertanian)

Oleh: Sudibyo, petani cabai dari Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah

Kenaikan harga cabai hingga mencapai harga di atas Rp100 ribu di pasaran, sebenarnya tidak berbanding lurus dengan apa yang dirasakan oleh petani cabai. Banyak petani cabai justru terpukul oleh pemberitaan itu, akibat ketidakpahaman publik terkait ragam jenis komoditas cabai.

Perlu diketahui produk cabai ada tiga jenis yaitu cabai besar, cabai keriting dan cabai rawit. Harga ketiga komoditas ini di pasaran sebenarnya berbeda-beda dan tidak secara bersamaan mengalami kenaikan hinga berkali lipat. Pada periode bulan September-Oktober 2016 harga cabai merah besar masih dikisaran Rp25 ribu-Rp35 ribu per kilogram, cabai keriting di harga Rp30 ribu-Rp45 ribu per kilogram, dan cabai rawit masih di bawah Rp20 ribu per kilogram.

Harga-harga ini cenderung stabil dan jikapun ada kenaikan, disparitas harganya tidak terlalu besar. Pada periode bulan November sampai dengan minggu kedua Desember 2016 harga cabai merah besar agar sedikit naik di kisaran Rp35 ribu-Rp45 ribu per kilogram, cabai keriting Rp45 ribu-Rp55 ribu per kilogram dan cabai rawit masih dikisaran Rp20 ribu-Rp25 ribu per kilogram.

Dua minggu menjelang tahun baru 2017 barulah ada kenaikan harga cabai yang luar biasa. Itupun yang melejit adalah harga cabai rawit merah dan bukan semua jenis cabai. Pada periode ini, harga cabai rawit khususnya rawit merah naik ke angka Rp50 ribu-Rp60 ribu oer kilogram.

Kenaikan itu cenderung tak terkendali sehingga pekan belakangan ini, harganya melejit ke angka di atas Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan itu juga memicu kenaikan harga cabai rawit hijau yang naik ke angka Rp80 ribu per kilogram.

Nah, yang banyak tidak diketahui publik, sebenarnya cabai merah besar dan cabai keriting mengalami penurunan harga yang sangat drastis hingga tahun baru. Pada periode ini harga cabai merah besar turun ke angka Rp14 ribu-Rp15 ribu per kilogram, cabai keriting turun ke harga Rp18 ribu-Rp20 ribu.

Yang perlu dicermati adalah peran media dalam dalam pemberitaan harga cabai yang cenderung bombastis dan menggeneralisasi bahwa semua cabai harganya sama. Ini sangat merugikan bagi petani cabai merah besar dan cabai keriting. Pasalnya, sudah harga turun, kenaikan harga juga tak dinikmati petani melainkan pedagang.

Kerugian kedua, dampak dari pemberitaan ini pemerintah melalui kementerian perdagangan merencanakan untuk mengimpor cabai. Sinyal itu dimunculkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Darmin mengatakan, pemerintah siap membuka keran impor cabai jika harga komoditas pangan ini terus bergerak naik.

Tentunya jika cabai yang diimpor juga digeneralisasikan, maka ini akan semakin memukul petani cabai merah besar dan cabai keriting, karena harga pembelian di tingkat petani juga akan semakin turun akibat banjir cabai impor. Petani cabai, khususnya cabai merah besar dan cabai keriting kini hanya bisa berharap pemerintah memenuhi janji yang diucapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang menegaskan pemerintah tak akan mengimpor cabai.

Ikuti informasi terkait komoditas cabai >> di sini <<

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *