Bangkitkan Lahan Terbakar dengan “Darling Gila” Cara Petani Rakawatu | Villagerspost.com

Bangkitkan Lahan Terbakar dengan “Darling Gila” Cara Petani Rakawatu

GILa (Gerakan Insani Lestarikan Alam) YouTube play
Sumba Timur, Villagerspost.com – Para petani dampingan dari Yayasan Martabat Rakyat Merdeka (Marada) di desa Rakawatu, Sumba Timur, tak mau berpeluk tangan dan pasrah begitu saja ketika lahan konservasi mereka yang selama ini mereka jaga dan rawat, terbakar akibat ulah tangan jahil pembakar ladang. Beberapa waktu lalu, mereka mulai bergeliat lagi memperbaiki lahan pertanian konservasi tersebut.

Lahan tu diperbaiki para petani desa Rakawatu dengan berbekal ‘Darling Gila’. “Darling Gila merupakan sadarnya Lingkungan melalui Gerakan Insani Lestarikan Alam (GILA). Ini sebagai upaya untuk memperbaiki lahan konservasi yang terbakar beberapa waktu lalu di desa Rakawatu,” sebut Maria Anajua, pendamping lapangan dari Yayasan MARADA.

Sebanyak 15 petani bimbingan MARADA mencoba merintis kembali semangat membuat lubang resapan air untuk persiapan menghadapi musim hujan yang akan datang di lahan konservasi seluar 2 hektare lebih. “Bibit Gamalina sudah siap sekitar 2.115 pohon ini dibagikan ke anggota kelompok di desa Rakawatu, masing-masing anggota memiliki lahan konservasi 15 are,” terang Maria.

“Bisa dilihat keadaan lahannya bebatuan semua, jadi saat membuat lubang resapan dibutuhkan tenaga ekstra, ini bukan tanah berbatu, tapi batu bertanah,” ujar seorang anggota bimbingan Maria Anajua, sambul mengayunkan alat penggali tanah.

GILA kepanjangan dari Gerakan Insani Lestarikan Alam yang diinisiasi oleh MARADA yang tergabung dalam konsorsium SMDK. Program ini disponsori oleh MCA Indonesia. Semoga hasil jerih payah mereka dalam melestarikan lingkungan akan membuahkan hasil bagi segenap mahluk yang mendiami Bumi ini.

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *