Bisnis Olahan Rumput Laut Tamarupa Mulai Bergulir | Villagerspost.com

Bisnis Olahan Rumput Laut Tamarupa Mulai Bergulir

Produk olahan rumput laut Kelompok Kalaroang, Desa Pitusunggu, Pangkep, Sulsel (dok. villagerspost.com/suharjo)

Produk olahan rumput laut Kelompok Kalaroang, Desa Pitusunggu, Pangkep, Sulsel (dok. villagerspost.com/suharjo)

Catatan pesanan makanan olahan rumput laut kelompok Kalaroang (dok. villagerspost.com/suharjo)

Catatan pesanan makanan olahan rumput laut kelompok Kalaroang (dok. villagerspost.com/suharjo)

Menghitung jumlah pesanan dari pelanggan (dok. villagerspost.com/suharjo)

Menghitung jumlah pesanan dari pelanggan (dok. villagerspost.com/suharjo)

Makanan ringan hasil olahan rumput laut dalam kemasan kecil (dok. villagerspost.com/suharjo)

Makanan ringan hasil olahan rumput laut dalam kemasan kecil (dok. villagerspost.com/suharjo)

Pangkep, Villagerspost.com – Setelah mendapatkan pelatihan membuat makanan olahan dari rumput laut yang difasilitasi Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), bisnis makanan ringan dari rumput laut milik perempuan dari Dusun Kekean, Desa Tamarupa, Pangkep, Sulawesi Selatan mulai bergulir. “Kami saat ini sudah mendapat banyak pesanan dari pembeli antara 1 kilogram sampai 5 kilogram,” kata Ketua Kelompok Tani Kalaroang, Desa Tamarupa Syarifah, kepada Villagerspost.com, Rabu (15/2).

Dampak positif lain dari pelatihan itu, kata Syarifah, saat ini banyak lembaga pemerintah yang ingin memfasilitasi kaum perempuan Desa Tamarupa agar lebih maju lagi dalam menjalankan bisnis makanan olahan rumput laut. “Salah satunya dari dinas kesehatan akan membantu¬† membuatkan penilaian terhadap produk yang sudah diproduksi kelompok,” kata Syarifah.

Sementara itu, untuk di Dusun Patopakang, menurut ibu Ranu, mereka lebih suka membuat makanan ringan olahan rumput laut dalam kemasan kecil. “Saya sudah membuat sejak difasilitasi oleh KRKP mereka mengemas produk dan dijual di warga sekitar dan dititipkan di kantin sekolah serta toko-toko di sekitar Patopakang,” kata Ranu.

Meski bisnis makanan ringan sudah mulai bergulir dan memberikan pemasukan tambahan, mereka masih ingin meningkatkan kualitas produknya lebih baik lagi. “Kami ingin membuat kemasan dengan baik, sehingga bisa dijual di toko-toko di kabupaten,” pungkas Ranu. (*)

Laporan/Foto: Suharjo, jurnalis warga dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *