Desa Sempu: Membangun Kesejahteraan Lewat Nanas | Villagerspost.com

Desa Sempu: Membangun Kesejahteraan Lewat Nanas

Desa Sempu Berupaya Sejahtera Lewat Nanas YouTube play
Kediri, Villagerspost.com – Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur, memang terkenal sebagai salah satu kecamatan penghasil nanas. Salah satu satu desa penghasil nanas di Kecamatan Ngancar adalah di Desa Sempu. Dengan luasan lahan sekira 600 hektare, Desa Sempu mampu menghasilkan produksi nanas sejumlah 30 ribu buah setiap harinya.

Sugianto, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Desa Sempu mengatakan, nanas memang merupakan sumber penghasilan utama para petani di desa tersebut. “Kami umumnya mengembangkan varietas nanas queen, disamping juga beberapa varietas nanas madu,” kata Sugianto, kepada Villagerspost.com, Sabtu (27/5).

Membudidayakan nanas queen, menurutnya lebih menguntungkan karena pasarannya lebih luas dari nanas madu. “Selain itu untuk keperluan olahan nanas juga umumnya menggunakan nanas jenis ini,” ujarnya.

Para anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki sendiri yang berjumlah 39 orang, rata-rata membudidayakan nanas pada lahan seluas 20 are atau setara 2000 meter persegi. Hasilnya saat ini kata dia, lumayan menguntungkan. Untuk nanas grade A dengan berat 7-8 ons per buah, umumnya dihargai di angka 2500-3000 rupiah. Sedangkan grade B di angka 1500-1800 rupiah per buah. “Kalau satu lahan mau menghasilkan keuntungan lebih, petani harus mampu menghasilkan nanas grade A sebanyak 70 persen,” katanya.

Meski menguntungkan dan relatif mudah di budidaya, namun bukan berarti tidak ada tantangan bagi Sugianto dan para petani nanas Desa Sempu dalam melakukan usahanya. Buktinya pada tahun 2014 silam, umumnya petani nanas Desa Sempu, sempat kehilangan 50-60 persen hasil panennya akibat serangan tikus. “Tahun 2015 juga gagal total karena serangan ulat tanah,” katanya.

Untuk mengatasi hama tikus, petani Desa Sempu memang sempat mendapatkan bantuan dari organisasi pangan dunia FAO berupa burung hantu untuk memangsa hama tikus dan mengendalikan populasinya. “Tapi agak kurang berhasil karena tikusnya terlalu banyak, memang kami akui pemangsa alami seperti ular sangat jarang karena petani karena takut malah suka membunuh ular yang seharusnya bisa menjadi sahabat petani,” kata Sugianto.

Ke depan, Sugianto berharap, usaha nanas ini bisa lebih berkembang dengan adanya usaha olahan nanas yang tengah dirintis oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sempu. “kalau diolah ada peningkatan nilai, saat ini usaha rintisan membuat minuman sari nanas oelh BUMDes sudah berjalan, tetapi skalanya masih kecil,” kata Sugianto.

Dia berharap pemerintah bisa membantu pemerintah desa untuk mendirikan pabrik pengolahan nanas untuk wilayah sekitar Kecamatan Ngancar. “Ini tentu akan membantu karena ketika nanas petani tak terserap, maka pabrik bisa menyerap nanas petani untuk dibuat olahan apakah itu minuman sari nanas, koktail, keripik nanas, selai dan sebagainya,” katanya.

Teks/Video: M. Agung Riyadi/Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *