Hebatnya Serangan Belalang Kembara di Sumba Timur | Villagerspost.com

Hebatnya Serangan Belalang Kembara di Sumba Timur

Serangan Belalang YouTube play
 Waingapu, Villagerspost.com РSerangan belalang kembara (Locusta migratoria) yang melanda kawasan Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur semakin menghebat. Jika minggu lalu serangan belalang masih berkisar di daerah Yubuwai, saat ini serangan belalang kembara sudah mencapai kawasan transmigrasi lokal Papu, sekitar 20 menit dari ibukota kabupaten.

Pihak pemerintah kabupaten Sumba Timur sendiri dikabarkan belum menyiapkan anggaran khusus untuk menghadapi kemungkinan munculnya hama belalang dalam APBD tahun ini. Anggota DPRD Sumba Timur dari Partai Amanat Nasional Umbu Hinggu Panjanji mengatakan saat ini masih pembahasan anggaran di tingkat pemerintah, belum di bahas bersama DPRD.

“Sekarang baru asistensi di tingkat SKPD, kita baru mau mulai sidang itu setelah masuk dari libur Lebaran ini, anggaran untuk hama belalang masih bisa diusulkan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dari Yubuwai terpantau pihak pemerintah setempat, penyuluh lapangan dan warga bahu membahu melakukan penyemprotan untuk membunuh hama belalang kembara. Sayangnya upaya itu dilakukan tanpa perlindungan tubuh yang tidak memadai dan cenderung berbahaya bagi yang melakukan penyemprotan perstisida kimia.

Masyarakat dan pihak dinas terkait memang kesulitan dalam upaya menghalau serangan belalang kembara ini. Selain peralatan yang terbatas, mereka juga terkendala dengan kurangnya air. Bila sudah selesai menyemprot pestisida petugas harus menunggu lama untuk datangnya air agar penyemprotan bisa dilanjutkan.

Terlebih, serangan belalang juga seperti tak ada habisnya. Menurut salah satu petugas di lapangan, cukup banyak belalang yang mati akibat disemprot dengan pestisida kimia tapi herannya makin banyak lagi belalang yang datang berikutnya dan setiap kali lewat rumput dipadang langsung habis di lahap.

Di Sumba Timur saat ini sudah memasuki musim kering disertai bebarapa hari terakhir cuacanya berubah dengan turunya hujan deras. Serangan belalang yang hebat pernah menghantam wilayah NTT tahun tahun 1998/1999. Serangan itu merusak ribuan hektare lahan jagung dan tanaman pangan lainnya serta mengakibatkan terjadinya bencana kelaparan di beberapa wilayah. (*)

Teks/Video: Laporan Rahmat Adinata, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Waingapu, NTT.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *