“Jangan Buang Sampah ke Laut!” | Villagerspost.com

“Jangan Buang Sampah ke Laut!”

Kampanye Lingkungan Hidup. YouTube play
Bunaken, Villagerspost.com – Laut kita sudah tercemar sampah dalam skala yang sangat mengkhawatirkan. Banyak biota laut mati akibat tebaran sampah, khususnya sampah plastik yang sengaja dibuang ke laut oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Miris dengan kondisi ini, apalagi perairan di Kawasan Taman Nasional Bunaken sering disebut banyak sampah sehingga membuat wisatawan tak nyaman, pihak pengelola TN Bunaken bersama para nelayan dan aparat TNI-Polri pun melaksanakan aksi kampanye “Jangan Buang Sampah ke Laut!”. Kampanye yang dimulai dengan sebuah parade bersama antara pengelola, nelayan dan anggota TNI-Polri ini dimulai pada Sabtu (9/12) lalu.

Pengelola TN Bunaken bersama nelayan setempat melaksanakan aksi kampanye bersih lingkungan (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Dalam sambutannya Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M. Si mengajak semua elemen masyarakat agar menjaga lingkungan dengan baik, dengan tidak membuang sampah sembarangan, apalagi membuangnya ke laut. “Mari kita jaga bersama Taman Nasional Bunaken yang kita cintai ini sebagai maskot wisata Sulawesi Utara dan Indonesia,” ujarnya kepada Villagerspost.com.

Farianna mengatakan, sebagai maskot dan barometer wisata di Sulawesi Utara, Taman Nasional Bunaken merupakan pintu masuk dan juga branding untuk menggaet peningkatan jumlah kunjungan wisata. Kampanye peduli lingkungan ini, diisi dengan dengan aktivitas jalan kaki, pembagian stiker, dan nonton bareng.

Acara dilaksanakan di Markas Komando Daerah Militer XIII Merdeka. Para peserta antara lain dari gabungan TNI AD, TNI AL, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, SMP Hang Tuah, Kader Konservasi Sulawesi Utara, dan Pramuka Saka Wanabakti perwakilan SMAN 1 Manado, SMAN 7 Manado, SMAN 10 Manado, MAN Model Manado, SMKN 4 Manado, SMKN 5 Manado, SMK Yadika Manado, SMPN 10 Manado, SMPN 14 Manado.

Aparat TNI-Polri juga ikut berparade (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Masing-masing peserta berparade dengan membawa spanduk dan berbagai atribut mengkampanyekan lingkungan hidup, sembari berjalan menyusuri jalanan di kota Manado. Adapun beberapa petugas anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Utara selain mengatur lalu lintas, dengan dibantu adik-adik Pramuka Saka Wanabakti membagikan sekaligus menempelkan stiker berisi pesan: “Jangan Buang Sampah ke Laut” atau “Jangan Buang Sampah Sembarangan” kepada mobil angkutan umum dan pribadi, juga pemilik warung.

“Stiker ini sebagai pesan pengingat untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari,” pungkas Farianna.

Aksi peduli lingkungan lewat membersihkan sampah, khususnya mencegah pembuangan sampah ke laut ini bukan sekali ini saja dilakukan pengelola TN Bunaken bersama nelayan dan aparat pemerintahan desa serta TNI-Polri. Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, para nelayan dari kelompok swadaya masyarakat (KSM) Cahaya Tatapaan di Desa Popareng, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, juga menggelar aksi pembuatan bak sampah.

Djoni Sem Sambur, sebagai ketua mengatakan, tema pembuatan bak sampah ini masih sejalah dengan aktivitas pengelolaan akses area perikanan di Popareng. Dia melihat untuk menjaga kelestarian laut dan seisinya, maka daratan pun harus bersih dari sampah. Menurut Djoni, dia sangat miris melihat fenomena dan banyaknya sampah yang berada di pantai sering terbawa ke peraiaran laut.

“Ironisnya (sampah) itu menutupi terumbu karang. Kita bisa ketahui bersama, dengan karang yang tertutupi sampah dapat memutih bahkan mati,” katanya, kepada Villagerspost.com.

Memasang stiker peringatan agar jangan membuang sampah sembarangan, khususnya ke laut (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Djoni menegaskan, merawat karang, menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian laut. “Karang menjadi habitat hidup ikan, dengan nelayan dan sebagain besar anggota kelompok Cahaya Tatapaan menggantungkan kehidupannya untuk mencari nafkah,” tegasnya.

Berikutnya, saat memperingati Hari Pahlawan, anak-anak Sekolah Dasar Inpres Poopoh, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, yang umumnya anak nelayan di sekitar kawasan Taman Nasional Bunaken ini, melakukan aksi bersih-bersih lingkungan pantai dari sampah yang berserakan. Sekretaris Kelompok Cahaya Trans Olvie Takahindengan mengatakan, dengan melakukan aksi bersih sampah, para nelayan juga ingin mewariskan semangat kepahlawanan, khususnya pahlawan lingkungan kepada generasi penerus.

“Dahulu bahu membahu pemuda dan pemudi mengangkat senjata, bertempur mati-matian untuk mempertahankan kemerdekaan. Kini kita mengisinya dengan bahu membahu menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya kepada Villagerspost.com.

Dengan semangat kepahlawanan, anak-anak sekolah dasar ini pun tak ragu untuk menyingsingkan lengan baju, laksana para pejuang, mengangkati sampah yang mengotori kawasan pantai sepanjang pesisir desa. Para murid kelas 3,4,5, dan 6 yang berjumlah 38 orang bersama para guru, melakukan aksi bersih pantai bersama dengan aparat pemerintahan desa setempat. (*)

Laporan/Foto/Video: Eko Wahyu Handoyo, PEH pada Balai TN Bunaken​, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *