Kisah Dua Petani Muda Kembangkan Sayuran Organik | Villagerspost.com

Kisah Dua Petani Muda Kembangkan Sayuran Organik

Maya stolastika YouTube play
Mojokerto, Villagerspost.com – Mengembangkan sektor pertanian menjadi sebuah usaha yang menguntungkan menjadi tantangan tersendiri di era digital ini. Terbatasnya lahan produksi, hingga minimnya minat masyarakat menjadi petani adalah masalah utama di Indonesia. Hal ini juga dialami oleh Maya Stolastika Boleng, seorang petani muda asal Desa Mligi, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Maya adalah satu di antara petani muda yang berhasil memanfaatkan lahan non produktif menjadi bernilai ekonomi. Villagerspost.com berkesempatan mengunjungi kebun organik yang dikelola Maya, pekan lalu. Kebun seluas 3000 meter persegi itu, terletak di perkampungan. Lokasinya cukup tersembunyi dari keramaian, dan berbatasan langsung dengan kawasan hutan Pacet.

Sejak tahun 2008 lalu, Maya bersama sahabatnya, Herwita Suma Rosalina memilih sektor pertanian sebagai profesi. “Kami bertani organik di sini sudah sembilan tahun. Awalnya kami berlima, tapi di tengah jalan, kami hanya saya dan Wita (sapaan akrab Herwita) yang bertahan,” ujar Maya kepada Villagerspost.com.

Menjadi petani bukanlah pilihan yang mudah bagi Maya. Putri pasangan Dominicus Boleng, dan Melanias Boleng ini sempat ditentang kedua orangtuanya. Walhasil, Maya harus mencari pekerjaan lain di luar pertanian. “Sempat vakum dua tahun karena ditentang orangtua. Akhirnya saya ke Bali untuk bekerja. Tapi hati dan passion saya tetap menjadi petani, sampai saya putuskan kembali bertani di tahun 2012,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Maya dan Herwita semakin istikamah terjun ke dunia pertanian organik. Mereka mengusung nama Twelve’s sebagai produk kebun organik mereka. Keputusan dua petani muda ini tidak lah sia-sia, hingga kini mereka bisa memasarkan produk sampai ke luar Mojokerto.

“Pemasaran kami sudah sampai Surabaya, dan Sidoarjo. Kami sudah bisa memasok produk ke pasar besar, dan supermarket,” jelas Maya, yang tahun lalu terpilih menjadi salah satu dari 10 orang Duta Petani Muda 2016 oleh Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Oxfam.

Memanfaatkan Kebun Sebagai Pasar

Sebagai petani muda, Maya tentunya dituntut untuk selalu mengembangkan ide-ide segar dalam memasarkan produk. Sayuran organik, kata Maya tak cukup rasanya jika hanya berakhir di meja makan dan restoran. Maya dan Herwita memiliki strategi khusus untuk mengedukasi konsumen tentang pertanian organik. Mereka memanfaatkan kebun Fresh Market by Twelve’s sebagai lokasi pemasaran.

Herwita yang dibebani tugas untuk fokus di bidang pemasaran, mengaku strategi ini sangat efektif. Dengan mengundang konsumen berkunjung ke kebun, mereka sekaligus memberi pemahaman mengenai pertanian organik beserta fungsinya.

“Sangat efektif. Dalam sehari sayuran kami dibeli sampai 100 kilogram. Konsumen yang datang biasanya mengajak keluarga, mereka bisa merasakan sendiri bagaimana cara menanam, memanen sayuran,” urai putri pasangan Slamet Budi Subagyo, dan Siti Halimah ini.

Lewat strategi ini, Herwita mencoba mengajak konsumen dan masyarakat luas untuk tidak lagi meragukan potensi pertanian sebagai usaha. Dua sahabat ini sepakat, bahwa usaha pertanian yang mereka jalankan juga berfungsi untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Bertani dan menjaga lingkungan, adalah sebuah paket yang tidak bisa dipisahkan. “Karena organik adalah cara untuk melestarikan lingkungan. Selama ini, pertanian konvensional, yang karena tidak tepat takarannya, telah menggunakan bahan sintetik kimia yang terkandung dalam pupuk. Organik adalah usaha mengembalikan tanah dan tanaman untuk sehat, sehingga kita sebagai konsumen juga mendapatkan produk yang sehat,” sambung Maya.

Ketua Aliansi Organik Indonesia (AOI) periode 2017-2020 ini juga berpesan kepada generasi muda untuk mulai melirik sektor pertanian. “Pertanian itu usaha. Karena pada dasarnya manusia selalu membutuhkan makanan. Dengan melihat pertanian sebagai usaha, menjadikan petani sebagai profesi yang menjanjikan di masa depan,” tandasnya.

Laporan/Video: AF Rizaldi, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *