Mama Karolina: Kembangkan Pertanian Konservasi Berbasis Kakao | Villagerspost.com

Mama Karolina: Kembangkan Pertanian Konservasi Berbasis Kakao

YouTube play
Sumba Timur, Villagerspost.com – “Karena produktivitas jambu mente sekarang sudah menurun akibat sudah berumur, jadi mau diganti dengan tanaman kakao atau coklat. Sebab jika jambu panennya hanya satu kali dalam setahun, sedangkan kakao bisa tiap hari tergantung kita cara merawatnya saja,” ujar Ibu Karolina, anggota Kelompok Wanita tani Pamuru Tana, Desa Watukawula Kecamatan Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat daya.

Ibu Karolina atau biasa disapa Mama Oce, merupakan salah satu anggota petani yang mendapat program dari Konsorsium Wee padalu bekerja sama dengan MCAI di Kabupaten Sumba Barat Daya. Para petani seperti Mama Karolina ini dilibatkan dalam program “Pengembangan Pertanian Konservasi Berbasis Kakao dan Tanaman Pangan”.

“10 tahun silam kita bisa panen banyak sekarang dengan bertambahnya usia jambu, hasil makin menurun. Malah kondisinya bukan kebun jambu lagi, tapi lebih seperti hutan jambu saja,” ujar Mama Oce menjelaskan.

Menurut Rony Malelak, ketua Yayasan Trans Fair Indonesia (YTI) yang tergabung kedalam Konsosium Wee Padalu, lahan di desa watukawula ada sekitar 50 hektarE yang mendapat program “Pengembangan Pertanian Konservasi Berbasis Kakao dan Tanman Pangan.”

“Karena menunggu hasil panen kakao cukup lama jadi petani kita intervensi untuk budidaya tanaman pangan dan hortikultura, sebab bagaimanapun pangan adalah yang utama sebelum panen tanaman umur panjang,” kata Rony.

Teks/Video: Rahmat Adinata, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *