Menghubungkan UMKM dengan Pasar, Entaskan Kemiskinan Model Pacitan | Villagerspost.com

Menghubungkan UMKM dengan Pasar, Entaskan Kemiskinan Model Pacitan

UMKM Pacitan YouTube play
Jakarta, Villagerspost.com – Kabupaten Pacitan, merupakan kabupaten dengan tingkat kemiskinan yang tinggi di Provinsi Jawa Timur. Dengan tingkat kemiskinan sebesar 15,49% dari jumlah penduduk yang mencapai 552.307 jiwa (data kemiskinan 2017), Pacitan kalah jauh dibandingkan dengan kabupaten-kabupaten di sekitarnya. Misalnya dengan Ponorogo yang angka kemiskinannya mencapai sebesar 11,39%, Trenggalek 12,96%, Magetan sebesar 10,48% dan Tulung Agung yang hanya sebesar 8,04%.

Angka kemiskinan yang tinggi ini menjadi ironi mengingat Pacitan memiki potensi ekonomi yang besar dengan potensi tanaman pertanian seperti padi, singkong, cengkeh, kelapa dan kakao. Selain itu, saat ini ada sekitar 20 ribuan lebih usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di 166 desa dan 5 kelurahan di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan Eny Setyowati mengatakan, salah satu upaya mengentaskan kemiskinan di Pacitan adalah dengan membangkitkan kegiatan usaha mikro, kecil dan menengah. “Salah satu upayanya adalah mempertemukan UMKM dengan pasar,” kata Eny kepada Villagerspost.com yang menemuinya di acara Indonesia Development Forum 2018, di Jakarta, Rabu (11/7).

Dengan mempertemukan UMKM dan pasar, hasilnya sangat terasa. Kelompok Mokaf Bigati misalnya, sebelum mengikuti program ini, hanya mampu menjual tepung mokaf (tepung yang terbuat dari singkong) sebanyak 28,8 kilogram per bulan. Namun setelah ikut program ini, penjualannya meningkat hingga 77 kilogram per bulan atau naik 167%.

Tentu saja, kata Eny, pihaknya yang bekerjasama dengan pemerintah daerah dan pihak ketiga, tidak melepas begitu saja UMKM untuk bertemu pasar tanpa persiapan. Mereka terlebih dulu dilatih untuk memperbaiki kemasan, membuat event promosi mandiri dan tentunya memperbaiki kualitas produk. Barulah setelah siap, mereka akan diperkenalkan dengan pasar, termasuk pemasaran melalui jalur online melalui tokopedia, instagram, influencer media sosial, pacitan mall dan lain-lain.

Pemerintah daerah pun meningkatkan kucuran dana untuk program ini hingga mencapai Rp95 miliar, dengan harapan mampu mendongkrak daya saing UMKM di Pacitan. Bagaimana program ini berjalan, dan apa saja peluang dan tantangannya, simak penjelasan Eny kepada Villagerspost.com.

Video Courtessy: Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *