Merawat Tanah, Memanen Kentang | Villagerspost.com

Merawat Tanah, Memanen Kentang

Panen Kentang YouTube play
Bandung, Villagerspost.com – Kegiatan bertani dimulai dari pengolahan tanah, tanam, perawatan hingga panen. Tentu saja syarat utama agar panen melimpah yang paling pokok adalah kondisi tanahnya, sebab bila tanah sehat secara otomatis tanamanpun akan sehat terhindar dari gangguan hama maupun penyakit.

“Jika tanah sudah sakit dampak dari penggunaan kimia sintetis ke tanamanpun secara hasil akan terus merosot, sebab unsur hara sudah mati,” ucap Mahdi, pengelola kebun kentang daerah Pangalengan, Kabupaten Bandung, kepada Villagerspost.com, beberapa waktu lalu.

Dari fakta di lapangan bisa dibedakan tanah yang dihantam terus dengan bahan kimia sintetis, kemudian ada intervensi penggunaan pupuk organik sangat jauh berbeda,baik pertumbuhan tanaman maupun hasil panen. “Memperbaiki struktur tanah ibarat menabung secara perlahan demi generasi ke depan,” kata Abdul Rozak, serang petani kentang, saat melakukan panen kentang di kebunnya beberapa hari lalu.

“Alangkah sangat tidak bijak jika mewariskan tanah yang sakit pada generasi petani selanjutnya,” tegasnya lagi.

Sekarang ini harga kentang dari petani kisaran harga Rp12.000 per kilogramnya. Sedangkan hasil produksi dengan bibit G-2 dari setiap hektarenya bisa mencapai 25.000 kg (25 ton). Artinya petani bisa menghasilkan uang sebesar Rp12.000X25.000, yaitu RpRp300 juta. “Bersyukur harga kentang saat ini sedang lumayan,” pungkas Abdul Rozak.

Butuh Bibit Kentang? Tlp/WA: 081246287809

Video/teks: Rahmat Adinata, Praktisi pertanian organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *