Nelayan Bunaken Lepaskan Duyung yang Terperangkap Jaring Sero ke Alam | Villagerspost.com

Nelayan Bunaken Lepaskan Duyung yang Terperangkap Jaring Sero ke Alam

Duyung Bunaken YouTube play
Bunaken, Villagerspost.com – Nelayan di kawasan perairan Tatapaan, kawasan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara melakukan pelepasliaran seekor duyung (Dugong dugon) dan dua ekor penyu hijau yang terperangkap jaring sero milik nelayan, Rabu (6/6). Duyung dan penyu tersebut terperangkap pada jaring sero milik warga nelayan Wawontulap Abdullah Daeng Riboko.

Duyung yang terperangkap itu, memiliki panjang 250 cm lingkaran badan 150 cm. Sementara untuk penyu, yang pertama memiliki panjang 1 meter dan lebar 75 cm. Penyu kedua, panjang 76 cm dan lebar 54 cm.

Kegiatan pelepasliaran dua jenis satwa dilindungi itu dilaksanaan oleh Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M. Si, bersama Assisten II Kab. Minahasa Selatan Decky Keintjem yang mewakili Bupati Minahasa Selatan. Hadir pula Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Minahasa Selatan Alexander Sonambela, Hukum Tua Wawontulap Fadly Tapola, dan para anggota Kelompok Cahaya Tatapaan mitra pengembangan ekowisata di zona tradisional, beserta para warga setempat.

“Duyung alias si sapi laut hingga saat ini keberadaannya masih misterius, salah satu satwa pemakan lamun (seagrass) ini sering kali keberadaannya sulit terdeteksi, akan tetapi hewan tersebut justru sering terperangkap jaring sero milik nelayan,” kata Sem Sambur Ketua Kelompok Cahaya Tatapaan. Sem sendiri sudah yang sejak dua hari setelah mengetahui ada satwa dilindungi yang terjebak jaring, berusaha melepas satwa tersebut.

Farianna Prabandari dalam sambutan singkat di atas katinting saat melaksanakan pelepasliaran menyampaikan, duyung merupakan hewan yang dilindungi, berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Satwa Liar. “Demikian juga dengan penyu ini, sehingga apabila masuk dalam perangkap jaring nelayan secepatnya untuk dilepaskan,” ujarnya.

“Kita bersyukur dengan hadirnya para pihak dan masyarakat dalam pelepasliaran satwa duyung dan penyu ini sekaligus bertepatan dalam Hari Lingkungan Hidup yang jatuh tanggal 5 Juni kemarin,” tambah Farianna.

Bagian selatan Taman Nasional Bunaken merupakan habitat utama bagi satwa duyung, dengan tutupan lamun yang tinggi. Ada 8 spesies lamun yang tumbuh di kawasan itu seperti Thalassia hemprichii, Enhalus accoroides, Cymodocea, dan Hallodule. Padang lamun ini menyuplai pakan alami satwa duyung.

Jalur migrasinya antara lain, mulai dari Perairan Teluk Amurang selanjutnya pesisir Selatan Taman Nasional Bunaken untuk mencari makan dan bermain, kemudian menuju pesisir Teluk Manado, bahkan sampai diperairan kepulauan di bagian Utara Taman Nasional Bunaken sampai ke Likupang dan sebaliknya.

Laporan/Video/Foto: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut, PEH Pada Balai Taman Nasional Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *