Panen Bawang Merah Organik Tanam Biji | Villagerspost.com

Panen Bawang Merah Organik Tanam Biji

Bawang Merah Organik Pulau Sumba YouTube play
Waingapu, Villagerspost.com – Menanam bawang merah dari bijinya kini semakin menjadi tren tersendiri bagi petani di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, khususnya, bagi para petani muda Awalnya memang sangat sulit ketika mengenalkan budidaya bawang merah tersebut tanam dari bijinya, sebab selama ini yang mereka ketahui menanam bawang merah hanya bisa dari umbinya saja.

Namun kemudian, para pembimbing pertanian dari Radio Max FM Waingap, Sumba Timur, datang memperkenalkan teknik tanam bawang merah dari biji ini kepada para petani. Hasilnya, bagai beberaoa kelompok tani yang dibimbing oleh Radio Max Foundation, menanam bawang merah dari bijinya seperti menjadi ikon lembaga lokal tersebut.

Terlebih, cara itu kemudian juga memberikan hasil panen yang cukup bagus. Elias Hiwa Wunu, Staf Radio Max Foundation mengatakan, hasil panen tahun ini sebagian dijadikan bibit untuk musim berikutnya. “Ini hasil panen bulan kemarin, kita simpan dengan cara digantung, hasilnya cukup lumayan,” kata Elias,sambil menunjukan penyimpanan bibit bawang merahnya, beberapa waktu lalu.

Upaya yang dilakukan oleh Elias Hiwa Wunu dkk. dari Yayasan Radio Max, ini memang patut diapresiasi. “Tanah kita luas di sumba ini, namun hanya untuk kebutuhan bawang saja harus dikirim dari luar pulau, ini kan sangat ironis,” tambahnya.

Terlebih, bawang merah yang ditanam dari biji ini dibudidayakan secara organik. Hasilnya pun dari sisi produksi sangat memuaskan. “Dengan perlakuan secara organik, hasil produksi yang dikonsumsi aman, sebab tanpa bahan residu kimia sintetis. Kondisi tanahpun akan tetap sehat selamanya,” tegas Elias.”

Menurut Dewa, salah satu rekan Elias di Yayasan Radio Max, cara tanam bawang merah dari biji dengan teknik pembenihan mandiri ini sangat bagus bagi kemandirian pangan di Sumba. “Bisa dibayangkan berapa ton bawang merah masuk ke Pulau Sumba tiap tahun, andaikan petani lokal siap menyediakan kebutuhan tersebut mungkin ceritanya akan lain,” ucapnya.

Selain itu dari sisi benih, akan sangat menguntungkan bagi petani, karena lebih ekonomis. Apalagi jika petani mampu mandiri benih. Perlu diketahui juga kebutuhan benih dari biji bila dibandingkan dari umbinya akan sangat jauh lebih murah dari bijinya. Untuk kebutuhan satu hektare, jika benih dari biji hanya butuh kisaran 4 kg saja, dengan kisaran harga Rp2.500.000/kg.

Sedangkan jika bibitnya dari umbi, harganya di kisaran Rp1.500/kg , dengan harga benih Rp30.000/kg. “Jika dihitung dengan cermat jelas jauh sekali, itu baru kebutuhan biaya untuk memenuhi kebutuhan benihnya saja, belum kebutuhan yang lainnya,” pungkas Dewa.

Video/Laporan: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *