Panen Kentang dan Tomat dalam Satu Pohon dengan Teknik Grafting | Villagerspost.com

Panen Kentang dan Tomat dalam Satu Pohon dengan Teknik Grafting

Grafting: Kentang & Tomat YouTube play
Pangalengan, Villagerspost.com – Masih ingat lirik lagu “buah semangka berdaun sirih?” Pada masanya mungkin akan terdengar janggal. Namun lewat perkembangan teknologi, hal semacam itu kini bisa saja terjadi. Misalnya memanen tomat dan kentang dalam satu pohon, kini sangat mungkin dilakukan. Caranya? Lewat teknik yang disebut grafting.

Grafting adalah teknik menyambungkan dua organ tanaman yang masih hidup, sehingga harapan ke depannya dapat menghasilkan jenis yang berkualitas. Teknik grafting ini sebetulnya sudah cukup lama dikenal masyarakat luas dalam dunia pertanian, namun hanya sedikit yang mau melakukannya, padahal banyak keuntungan yang diraih jika kita rajin melakukannya, semisal mendapatkan varietas yang berkualitas,baik dari sisi vegetatif maupun secara generatif.

Dalam video kali ini akan ditunjukkan teknik grafting dengan menyambungkan tanaman tomat dan kentang. Mengapa tomat dan kentang? Sebab kedua tanaman tersebut masih satu famili (keluarga). Meski begitu, cukup rumit memang untuk melaksanakan teknik ini, khususnya jika belum biasa melakukannya, harus hati-hati.

Sewaktu menyambungkan kedua tanaman tersebut, kentang usia 30 hari HST (Hari Setelah tanam) dengan tanaman tomat pada usia yang sama. Dalam beberapa waktu, jika berhasil, tomat sudah akan mulai berbuah, begitupun dengan tanaman kentang yang sudah mulai mengeluarkan umbinya.

Jadi harapannya, bisa panen tomat sekaligus panen kentang juga. Ujicoba ini, walau hanya satu pohon sebagai contoh, namun hasilnya cukup memuaskan, sebab pertumbuhannya normal, dan ujicoba ini bakal terus berlanjut.

Teks/Video: Rahmat Adinata, Praktisi pertanian organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *