Perlancar Arus Mudik, Petambak Dipasena Perbaiki Jalan Nasional Rawajitu Secara Swadaya | Villagerspost.com

Perlancar Arus Mudik, Petambak Dipasena Perbaiki Jalan Nasional Rawajitu Secara Swadaya

Perbaikan Swadaya Jalan Rawajitu Timur YouTube play
Lampung Timur, Villagerspost.com – Adanya akses jalan berstatus jalan nasional bagi warga Rawajitu, khususnya di Rawajitu Timur, seharusnya memang menjadi berkah. Tapi apa daya, jalan yang seharusnya dipelihara negara itu, kondisinya malah rusak parah. “Jika turun hujan, kondisi jalan seperti kubangan lumpur, banyak kendaraan terjebak dan bisa macet berhari-hari,” kata Ismet, seorang warga Rawajitu, kepada Villagerspost.com, Rabu (6/6).

Ismet pernah berjuang selama 5 jam lebih membebaskan kendaraannya dari kubangan lumpur, pada akhir tahun lalu. Waktunya banyak terbuang, padahal dia sangat ditunggu para petambak udang di Rawajitu, karena Ismet membawa benih udang untuk pada petambak Dipasena.

Alat berat dikerahkan untuk mengeraskan dan meratakan muka jalan Rawajitu Timur yang kini dalam proses perbaikan secara swadaya oleh petambak Dipasena (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Warga Rawajitu memang sudah kelewat sering mengeluhkan kondisi jalan yang buruk ini. Warga berprasangka, jalan nasional poros Rawajitu ini kondisi rusaknya seolah dipelihara dan dijadikan bumbu kampanye setiap kali ada pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

Jalan sepanjang 68 km ini pun menjadi menarik karena telah beberapa kali ganti status. Di tahun 2016 lalu jalan ini resmi berstatus jalan nasional. Penderitaan masyarakat juga semaki bertambah saat jembatan di Desa Sidang Gunung Tiga ambrol.

Proses perbaikan jalan Rawajitu Timur, secara swadaya oleh petambak Dipasena (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Ambrolnya jembatan ini membuat masyarakat di tiga kecamatan, Rawajitu Timur, Rawajitu Selatan dan Gedung Aji terancam terisolasi karena akses jalan utama tersebut putus sama sekali. Masyarakat terpaksa menggunakan rute alternatif untuk bisa mengakses ke wilayah lain.

Ismet menambahkan, jembatan yang ambrol di Desa Sidang Gunung Tiga tersebut sebenarnya sudah dua bulan lebih mengalami kerusakan dan sebagian memang telah ambrol sedikit demi sedikit, meski sebagian masih bisa dilewati. Sayangnya, sama seperti umumnya ruas jalan nasional Rawajitu, kondisi jembatan yang sudah amburadul itu sama sekali tak mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah pusat maupun pemerintah setempat.

Tak mau berlama-lama mengeluh, para petambak Dipasena pun akhirnya melakukan perbaikan ala kadarnya secara swadaya dan swadana. “Ini perbaikan ala kadarnya di jalan nasional Rawajitu yang sepenuhnya murni dilakukan dan dibiayai oleh petambak Dipasena secara swadaya,” kata Marhusin, seorang petambak Dipasena.

Masyarakat tetap bisa melintasi jalan Rawajitu Timur, selama proses perbaikan (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Dia mengaku, tidak terlalu banyak yang bisa di kerjakan masyarakat. “Karena mengandalkan material ala kadarnya untuk perapihan jalan. Tujuannya untuk sedikit memudahkan arus mudik saja,” katanya.

Ruas jalan yang diperbaiki masyarakat itu adalah ruas antara Kecamatan Rawajitu Timur hingga Kampung Pidada, sekira 10 kilometer. Pertama-tama, warga menumpuk material batu-batuan dan diratakan dengan alat berat untuk pengerasan muka jalan.

Dalam beberapa hari ke depan, para petambak yang tergabung dalam P3UW Lampung itu, akan mencoba melakukan pengecoran jalan dari depan Pondok Alfalah sampai dengan jembatan Pasar Pidada.

Laporan/Foto: Arie Suharso, Petambak Udang eks Dipasena, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *