Pertanian Organik: Masa Depan Kesejahteraan Petani Alor | Villagerspost.com

Pertanian Organik: Masa Depan Kesejahteraan Petani Alor

Geliat Petani Di Alor Merancang Kesejahteraannya YouTube play
Kabupaten Alor, Villagerspost.com – Mengembangkan pertanian organik menjadi pilihan bagi para petani di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur untuk membangun kesejahteraan mereka di masa depan. Yakob Lanma, warga Ateng Melang mengatakan, pertanian organik jadi pilihan karena selain tak memerlukan banyak biaya, juga ramah lingkungan.

Misalnya, untuk nutrisi ternak, petani bisa memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tersedia di alam. Salah satunya adalah jantung pisang yang bisa diolah sebagai bahan pembuatan nutrisi makanan ternak. Karena itu, mereka kini tengah bersemangat mempelajari pertanian organik.

Rata-rata warga Alor, khususnya di Ateng Melang, selain memiliki ternak, mereka juga di lahan kebunnya menanam ubi-ubian sebagai kebutuhan pangan, semisal ubi kayu dan ubi jalar. Para petani pun belajar bagaimana cara menanam dengan teknik sederhana namun dengan hasil yang berlipat ganda saat panen.

“Tanam ubi jalar biasanya kami di sini, panjang bibit sekitar 30-40 cm kemudian dilingkarkan setelah itu baru ditimbun, namun setelah melihat praktik tadi rupanya jika ingin umbinya besar cukup dengan pucuknya saja, dan itu masuk akal juga,” kata Yakob Lanma, kepada Villagerspost.com, beberapa waktu lalu.

Dia mengaku, pelatihan pertanian organik yang didapatkan petani akan sangat bermanfaat untuk petani ke depannya. Selain memanfaatkan jantung pisang, para petani juga belajar memanfaatkan kotoran ternak untuk kebutuhan pertanian dengan memprosesnya sebagai pupuk dasar tanaman. Sedangkan limbah pertanian bisa dijadikan sebagai pakan ternak.

Para petani di Ateng Melang, kini juga belajar melakukan praktik pertanian organik terintegrasi antara pertanian dengan peternakan. Yakob mengakui, manfaat pertanian organik sanat besar. Pemanfaatan jantung pisang untuk nutrisi organik hewan ternak misalnya, selain menambah nafsu makan ternak juga mampu menghilangkan bau yang ditimbulkan dari kotoran tersebut. “Jadi ramah lingkungan,” katanya.

Kemudian, dengan praktik menanam ubi, mereka juga berharap bisa menghasilkan ubi-ubian yang lebih besar. “Dengan cara tanam pola kami di sini, memang betul hasil umbinya kecil-kecil, semoga saja dengan hasil praktik kerja cerdas ini akan segera kami terapkan dan umbinya besar-besar, semoga kami berhasil,” harap Yakob

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *