Rumah Koran Ikuti Pelatihan Berbasis Social Impact | Villagerspost.com

Rumah Koran Ikuti Pelatihan Berbasis Social Impact

WMM Sosial Compact di Youth Involvement Forum Banyuwangi 2017 YouTube play
Banyuwangi, Villagerspost.com – Rumah Koran, lembaga yang selama ini bergerak untuk mendidik anak-anak petani di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Gowa, Sulawesi Selatan, mendapatkan kehormatan untuk mengikuti pelatihan bisnis berbasis social impact atau dampak sosial, yang dihelat di Banyuwangi. Pada kesempatan tersebut, pendiri Rumah Koran, Jamaluddin Daeng Abu, mendapatkan kehormatan untuk menghadiri acara tersebut.

Jamaluddin mengaku senang mengikuti acara yang merupakan bagian dari acara besar Youth Involvement Forum 2017, yang dihelat di Banyuwangi sejak tanggal 23-27 November mendatang. Dia mengatakan, para pemuda yang hadir di acara tersebut, belajar untuk menjalankan usaha yang memiliki dampak sosial.

Salah satu pemateri yang dihadirkan adalah Goris Mustaqim, pendiri Asgar Muda, Garut. Goris memberikan tips bagaimana pengusaha muda harusnya bukan sekadar berusaha untuk keuntungan semata tetapi juga memberi dampak sosial. “Seorang pengusaha harus mampu memberikan kontribusi terhadap lingkungan sosial,” kata Goris, seperti ditirukan Jamaluddin.

“Kami juga belajar menata kelola desa atau Badan Usaha Milik Desa dari BUMDes Taman Sari. Kami juga berunjung ke kawah Ijen, melihat blue fire, salah satu destinasi wisata andalan Banyuwangi,” ujar Jamaluddin kepada Villagerspost.com, Minggu (26/11).

Dalam kesempatan itu, pendiri Indonesia Youth Forum M Abdul Idris mengatakan, Kabupaten Banyuwangi, dipilih sebagai lokasi pertemuan global, karena kami dinilai sebagai daerah yang konsisten mengembangkan budaya dan ekonomi kreatif berbasis rakyat, sehingga para peserta bisa belajar banyak, selain itu bisa memotivassi para pemuda untuk kreatif, inovatif dan berdaya saing.

“Kenapa Banyuwangi, karena Banyuwangi konsisten mengembangkan budaya dan ekonomi kreatif berbasis rakyat, sehingga para peserta bisa belajar banyak disini,” ungkap M Abdul Idris.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, sangat berterima kasih, atas kepercayaan memilih Banyuwangi sebagai tuan rumah event Internasional dan gelaran YIF ini akan dimanfaatkan untuk mengenalkan sejumlah potensi dan seni-budaya Banyuwangi, dan pentingnya peran kaum muda dalam pengembangan seni-budaya.

“Selamat datang di Banyuwangi, semoga mengesankan, dan kita bisa saling diskusi soal pengembangan kebudayaan, bagaimana menjadikan diplomasi kebudayaan sebagai sarana untuk mewujudkan kesepahaman global,” ungkap Anas.

Laporan: Tim Villagerspost.com
Video: Tim Rumah Koran

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *