Serangan Belalang Berlalu, Ulat Hijau Kini Menyerbu Sumba Timur | Villagerspost.com

Serangan Belalang Berlalu, Ulat Hijau Kini Menyerbu Sumba Timur

Serangan Ulat Hijau Di Sumba Timur YouTube play
Sumba Timur, Villagerspost.com – Belum lama sejak serangan belalang kembara melanda kawasan Sumba, khususnya Sumba Timur. Kini serangan lainnya melanda yaitu serangan ulat hijau. Ribuan ulat hijau terdeteksi menyerang padang rumput tempat gembalaan ternak yang selama ini menjadi sumber pakan bagi ternak penduduk.

Bahkan, di beberapa wilayah, ulat hijau sudah menyerang kawasan pertanian warga. “Di daerah Laimbonga juga sudah mulai banyak ulat seperti ini,” ujar Rambu Dyhaledy warga Laimbonga, Sumba Timur, kepada Villagerspost.com, Kamis (30/1).

Dari penuturan Warga Waingapu Sumba Timur, Elias Hiwa Wunu, wilayah di seputaran Kambajawa Waingapu, ulat hijau sudah mulai menyerang rerumputan sebagai kawasan gembala ternak. Serangan ini menimbulkan kekhawatira tersendiri dari warga yang menggembalakan ternaknya di kawasan itu.

“Malahan ada beberapa daerah yang baru tanam jagung, begitu tumbuh beberapa daun langsung diserang ulat hijau. Jelas saja petani kaget serta putus asa sebab persediaan benih jagungnya sudah habis,” ujar Elias.

Apa yang menjadi penyebab serangan hama ulat hijau ini? I Gusti Made Raspita, seorang tokoh petani dari kecamatan Lewa, Sumba Timur mengatakan, fenomena ini dipicu oleh rusaknya ekosistem. “Burung-burung pemakan belalang dan ulat sering diburu jadi hilang dari peredaran. Belum lagi para petani selalu menggunakan herbisida sebagai obat pembunuh rumput, secara pekerjaan itu instan namun bisa berdampak negatif terhadap lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, kondisi iklim yang memasuki masa pancaroba juga ditengarai menjadi pemicu kemunculan serangan ulat hijau ini. Perubahan musim membuat siklus hidup perkembangbiakan ulat bulu lebih cepat dari yang biasanya. Persebarannya juga menjadi cepat karena adanya ketersediaan inang seperti daun-daunan, padang rumput dan lain-lain. Semoga dengan adanya kejadian fenomena alam yang menimpa kabupaten Sumba Timur ini akan menyadarkan kita bagaimana hidup bisa selaras dengan alam.

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *