Waimangura, Mutiara Terpendam Pertanian Sumba Barat Daya | Villagerspost.com

Waimangura, Mutiara Terpendam Pertanian Sumba Barat Daya

YouTube play
Waimangura, Villagerspost.com – Dengan wilayah yang relatif datar dan subur, Waimangura adalah sebuah “mutiara terpendam” pertanian untuk kabupaten Sumba Barat Daya. Dengan luasan lahan mencapai 112 hektare dan potensi air yang baik serta irigasi normal yang lancar, seharusnya, Waimangura bisa menjadi penyangga kebutuhan pangan Sumba Barat Daya. Sayangnya potensi itu belum bisa dimaksimalkan dengan baik.

Masalahnya, para petani di sana belum mengenal sistem rotasi tanaman yang bisa memaksimalkan kesuburan tanah. “Selama ini petani di sini tidak ada rotasi, hanya padi saja, padahal setelah kami belajar kami tahu dengan adanya rotasi produktivitas bisa meningkat,” kata Aloysiun, Ketua Kelompok Tani Ole Ate, Waimangura kepada Villagerspost.com.

Aloysius yakin, dengan menerapkan sistem rotasi tanam, produktivitas sawah per hektare yang selama ini hanya mencapai 4 ton, bisa meningkat pesat. Kelompok tani Ole Ate memang baru saja belajar sistem rotasi tanaman. Sistem ini bermanfaat untuk mengembalikan nutrisi tanah khususnya nitrogen yang hilang setelah tanaman padi dipanen.

Selain itu, sistem rotasi juga berguna untuk mencegah terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang satu spesies saja. Rotasi tanaman juga meningkatkan kualitas struktur tanah dan mempertahankan kesuburan dengan melakukan pergantian antara tanaman berakar dalam dengan tanaman berakar dangkal.

Aloysius mengaku senang mendapatkan pendampingan untuk menambah pengetahuan bertani semacam ini. Selama ini, kata dia, petani Waingamura hanya mendapatkan bantuan fisik saja berupa pupuk, bibit dan alat pertanian. Namun jarang mendapatkan pengetahuan seperti soal sistem rotasi tanam. “Kami selama ini seperti berjuang sendiri,” katanya.

Setelah musim tanam tahun ini usia, Aloysius dan para anggotanya akan mulai mempraktikkan sistem rotani tanam. Tanaman hortikultura seperti bawang merah, kedelai dan jagung sudah disiapkan sebagai tanaman sela sebelum menanam padi lagi. “Kami antusias menunggu musim tanam selanjutnya untuk rotasi,” ujarnya.

Teks/Video: Rahmat Adinata, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Sumba Timur Nusa Tenggara Timur

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *