Catat! Ini Dia Komitmen-Komitmen Jokowi Saat Blusukan Asap | Villagerspost.com

Catat! Ini Dia Komitmen-Komitmen Jokowi Saat Blusukan Asap

Presiden Jokowi meninjau kalan Sungai Tohor (Dok. Koalisi Blusukan Asap)

Presiden Jokowi meninjau kalan Sungai Tohor (Dok. Koalisi Blusukan Asap)

Jakarta, Villagerspost.com – Selama masa kunjungan alias blusukan asapnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan beberapa statement yang menunjukkan komitmennya untuk mengakhiri bencana kabut asap yang selama 17 tahun ini tak pernah terselesaikan. Apa saja statement-statement penting Jokowi itu? Berikut petikannya.

1. Komitmen Peninjauan/Pencabutan Izin Perusahaan yang Mengkonversi Lahan Gambut:

“Perusahaan-perusahaan yang mengkonversi gambut menjadi tanaman-tanaman monokultur tadi sudah saya sampaikan ke Ibu Menteri Kehutanan agar ditinjau kembali, kalau memang itu justru merusak ekosistem mengganggu ekosistem gara-gara tanaman monokultur jadi emang harus diputuskan …. cek lapangan lalu diputuskan”. (tanggal 27 November 2014, lokasi: bandara di Pekanbaru)

“Itu yang harus dihentikan jangan sampai tropical rainforest kita habis gara-gara kita konversi ke tanaman monokultur dan kelapa sawit”. (tanggal 27 November 2014, lokasi: bandara di Pekanbaru)

“Mengenai pencabutan izin perusahaan sudah diperintahkan kepada Menteri Kehutanan untuk diurus”. (tanggal 27 November 2014, lokasi: sekat kanal Sungai Sei Tohor)

“Tegas dalam pemberian izin, tidak ada toleransi, lakukan penegakan hukum”. (tanggal 26 November 2014, lokasi: bandara Pekan Baru)

2. Komitmen Perlindungan Lahan Gambut, Moratorium dan Kebijakan Satu Peta:

“Betul, kemarin sudah saya perintahkan ke menteri kehutanan. Lahan gambut tidak bisa diremehkan, harus dilindungi karena merupakan ekosistem, dan bukan hanya gambut dalam saja yang harus dilindungi, namun seluruh areal gambut“. (tanggal 27 November, lokasi: sekat kanal Sungai Sei Tohor)

“Pembangunan sekat kanal yang diinisiasi oleh masyarakat sangat bagus dan harus dipermanenkan. Yang paling baik memang diberikan kepada masyarakat untuk diolah menjadi lahan sagu. Yang dikelola oleh masyarakat biasanya ramah terhadap ekosistem tetapi jika diberikan kepada perusahaan akan menjadi monokultur seperti akasia dan kelapa sawit”. (tanggal 27 November, lokasi: sekat kanal Sungai Sei Tohor)

Ketika ditanya tentang kebijakan satu peta dan perpanjangan moratorium, Presiden Jokowi menjawab: “Sampai detik ini masih terus dan kelihatannya akan diperpanjang”. (tanggal 27 November, lokasi: sekat kanal Sungai Sei Tohor)

3. Komitmen Penegakan Hukum dan Keberpihakan Pada Masyarakat:

“Tangkap pelaku yang menyuruh masyarakat bakar hutan dan rusak hutan, tangkap semua. Selama ini ada pembiaran. Korporasi harus ditegasi, dengan korporasi harus tegas, jangan ada toleransi lagi. Masa kita biarkan bisnis berpesta menjarah SDA Indonesia kita diam saja,”. (tanggal 26 November 2014, lokasi: bandara di Pekanbaru)

“Kedatangan saya nanti ke Sei Tohor, agar rakyat punya harapan baru, bahwa mereka diperhatikan dan negara hadir untuk menyelesaikan masalah mereka”. (tanggal 26 November 2014, lokasi: bandara di Pekanbaru)

“Saya akan ke lapangan untuk sampaikan pesan, bahwa saya sangat serius”. (tanggal 26 November 2014, lokasi: bandara di Pekanbaru)

No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *