Dugaan Kartel Sapi, KPPU Akan Panggil Feedloter | Villagerspost.com

Dugaan Kartel Sapi, KPPU Akan Panggil Feedloter

Tempat penggemukan sapi (dok. bkpd.jabarprov.go.id)

Tempat penggemukan sapi. KPPU menduga feedloter terlibat kartel daging sapi (dok. bkpd.jabarprov.go.id)

 

Jakarta, Villagerspost.com – Hasil investigasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha ke perusahaan-perusahaan penggemukan sapi impor (feedloter) beberapa waktu lalu menemukan adanya bukti permainan kartel sapi yang mengakibatkan harga daging sapi melonjak tajam beberapa waktu lalu. Permainan kartel sapi itu sendiri, disinyalir KPPU, ikut melibatkan pihak feedloter.

Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf mengatakan, dari bukti-bukti yang ditemukan itu, KPPU akan melakukan pemanggilan kepada pihak feedloter serta pihak terkait lainnya. Meski begitu Syarkawi mengatakan, KPPU belum bisa memaparkan bukti-bukti tersebut.

“Tak bisa diungkap sekarang, nanti saat pengadilan baru bisa diungkap,” katanya dalam konferensi pers di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (18/8).

KPPU mengendus adanya permainan kartel sapi itu dari hasil investigasi dan inspeksi mendadak feedloter PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) di Tangerang, Banten dan ke Rumah Pemotongan hewan (RPH) Semanan, Jakarta Barat.

Hasilnya, kata Syarkawi, KPPU menemukan, RPH yang biasa dalam seminggu lebaran bisa memotong hingga 30 ekor sapi per hari, namun sepakan setelah lebaran kemarin hanya memotong 8 ekor sapi. “Ini ada pengurangan bertahap. Itu fakta yang bisa dilihat,” urainya.

KPPU, kata Syarkawi, masih terus melakukan pemeriksaan untuk memperkuat bukti-bukti tersebut. Pemeriksaan ini akan berlangsung maksimal selama 60 hari kerja. Jika belum cukup, pemeriksaan bisa diperpanjang selama 30 hari lagi.

Setelah itu, bukti-bukti yang ada diperiksa oleh majelis hakim musyawarah maksimal selama 30 hari. “Setelah itu bisa diputuskan siapa yang bersalah,” kata Syarkawi.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *