GPN: Jokowi Bakal Gagal Wujudkan Kedaulatan Pangan | Villagerspost.com

GPN: Jokowi Bakal Gagal Wujudkan Kedaulatan Pangan

Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara Hermanu Triwidodo memberikan keterangan pers terkait pembentukan GPN (dok. villagerspost.com/said abdullah)

Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara Hermanu Triwidodo memberikan keterangan pers terkait pembentukan GPN (dok. villagerspost.com/said abdullah)

Bogor, Villagerspost.com – Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara (GPN), Hermanu Triwidodo, meragukan rencana pemerintah untuk bisa mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia dalam rentang waktu tiga tahun. Keraguan itu mulai terlihat karena dalam setahun pertama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) belum terlihat ada langkah konkret untuk bisa mewujudkan kedaulatan pangan.

“Ketika kali pertama mengawal Jokowi, harapannya dalam tiga tahun itu kedaulatan pangan bisa tercapai. Tapi dari setahun pemerintahan berjalan, kawan-kawan (petani) itu mulai gelisah,” katanya dalam jumpa wartawan di acara Rembugan Petani Nusantara 2016 di Ciawi, Bogor, Kamis (21/1).

Hermanu melihat dalam setahun Jokowi memimpin banyak hal yang harusnya dikerjakan ternyata tidak dilakukan. Diantaranya sampai kini belum adanya penguatan regenerasi petani kepada kelompok muda. Lalu belum adanya pendataan secara pasti terkait luas lahan.

“Luas lahan tersebut tak hanya sebatas pada komoditas padi saja tapi juga komoditas pangan lainnya,” ujar staf pengajar dari Institut Pertanian Bogor ini.

Hermanu juga mempertanyakan rencana pemerintah yang ingin memperkuat komoditas pangan berupa padi di wilayah Papua. “Padahal kita tahu, yang dipikirkan di Papua bukanlah beras tapi komoditas pangan lokal yang ada di sana,” katanya.

Dengan kondisi yang ada, menurut Hermanu, pihaknya sangat meragukan kemampuan pemerintah untuk bisa melakukan swasembada pangan dalam masa kepemimpinannya. Padahal pada saat awal memberikan dukungan kepada Jokowi, ia sangat yakin konsep yang dituangkan ke dalam Nawacita itu bisa membuat Indonesia mewujudkan swasembada.

“Dari setahun terakhir ini justru muncul keraguan dari kawan-kawan. Mungkin waktunya bisa lebih dari lima tahun,” ujarnya.

Ketua panitia pelaksana acara Rembug Petani Nusantara 2016 David Ardhian menjelaskan, kegiatan dari GPN ini melibatkan petani berprestasi yang berasal dari 112 kabupaten yang tersebar di 13 provinsi Indonesia. Acara ini berlangsung dari 19-21 Januari 2016.

“Total petani yang hadir dalam acara ini sebanyak 250 petani dari jaringan petani nusantara. Harapan kami petani yang hadir di sini bisa merepresentasikan keberagaman yang ada di nusantara kita,” jelasnya.

Untuk acara penutupan, David menjelaskan, pihaknya melakukan deklarasi GPN dalam prosesi adat Sunda bernama Rajah Bumi. Prosesi ini mengandung makan bagaimana usaha untuk terus menghargai nilai tradisi yang bersemayam di petani Indonesia.

“Harapan besar kami, gerakan ini nantinya bisa memuliakan petani sekaligus bisa turut mendorong usaha pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, petani peraih Kalpataru dari Gunung Kidul, Yogyakarta, Suparjiyem, menyambut positif hadirnya gerakan ini. Ia juga berharap gerakan ini bisa turut mendorong terwujudkan kedaulatan pangan.

Dalam pemerintahan sekarang, ia melihat terjadinya bias dalam memandang kedaulatan pangan. “Kedaulatan pangan itu hanya dilihat dari beras saja. Padahal di daerah itu ketahanan pangan banyak sekali dan itu bisa dilakukan dengan memaksimalkan pangan lokal sebagai pengganti beras maupun tepung. Sayangnya, inilah yang masih belum dilakukan oleh pemerintah¬†sekarang,” ujar Suparjiyem. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *