Kertas Posisi KIARA: Bukan Sekadar Ikan | Villagerspost.com

Kertas Posisi KIARA: Bukan Sekadar Ikan

Nelayan dengan ikan hasil tangkapannya. (dok. kiara)

Nelayan dengan ikan hasil tangkapannya. (dok. kiara)

Jakarta, Villagerspost.com – Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menegaskan, ada 48 juta orang di Asia yang terlibat langsung dalam sektor perikanan dan telah berkontribusi atas pemenuhan kebutuhan pangan dunia. Di tingkat dunia, 90 juta orang terlibat penuh dalam sektor perikanan dengan peran yang berbeda-beda seperti pengolahan, produksi, distiribusi hingga pemasaran.

“Sektor perikanan nyatanya mampu menjawab permasalahan kemiskinan yang acap kali dihadapi oleh negara,” kata Sekretaris Jenderal KIARA Abdul Halim dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Sabtu (21/11).

Hal ini disebabkan peran penting nelayan tradisional sebagai aktor utama dalam perikanan skala kecil, di mana tugas yang mereka emban cukup berat yaitu mengelola sumber daya perikanan secara berkelanjutan dan menghadirkan pangan sehat bagi masyarakat dunia. Besarnya peran nelayan dan sektor perikanan dalam pemenuhan pangan dirayakan oleh masyarakat dunia setiap tanggal 21 November melalui Hari Perikanan Sedunia.

“KIARA memandang perayaan Hari Perikanan Sedunia harus diiringi dengan upaya bangsa menghadirkan kesejahteraan seutuhnya bagi para pejuang pangan bangsa,” tegas Halim.

Oleh karena itu, KIARA dalam memperingati Hari Perikanan kali ini, mengeluarkan sebuah kertas posisi yang menegaskan titik pandang KIARA terkait masalah perikanan di Indonesia. Berikut adalah kertas posisi KIARA yang bertajuk: “Bukan Sekadar Ikan, Ikan Untuk Kesejahteraan”.

Mukadimah

Pada tanggal 21 November 2015, masyarakat dunia kembali merayakan Hari Perikanan Sedunia. Perayaan ini dilakukan untuk menegaskan bahwa perikanan, baik tangkap maupun budidaya, bukan hanya menjadi sumber kesehatan, melainkan juga kesejahteraan. FAO (2014) menyebutkan, pekerjaan di sektor perikanan tumbuh lebih cepat ketimbang populasi dunia. Sektor perikanan menyediakan pekerjaan bagi ratusan juta warga bumi. Dalam situasi inilah, ikan menjadi salah satu produk pangan yang paling diperdagangkan dan memberikan separuh keuntungan dari total produk yang diekspor, khususnya bagi negara-negara berkembang.

Perikanan di dunia

Produksi perikanan dunia mencapai 93,7 juta ton pada tahun 2011. Di tahun 2012, angka produksi menurun: menjadi 79,7 juta ton. Di dalam rentang waktu 2 tahun ini, terdapat 18 negara yang menangkap ikan lebih dari rata-rata 1 juta ton per tahun, 11 di antaranya berada di Asia. Hal ini disebabkan sebaran jumlah nelayan di Pasifik jauh lebih banyak ketimbang Atlantik.

Tak mengherankan jika jumlah tangkapan ikan di 11 negara ini mengalami kenaikan dalam 10 tahun terakhir. FAO (2014) memaparkan fakta bahwa fenomena ini dialami oleh Indonesia, Vietnam (hingga 47 persen), China dan Myanmar (mencapai 121 persen). Disusul Filipina dan Republik Korea. Sementara itu, Jepang dan Thailand disebut tengah mengalami penurunan.

Penurunan produksi perikanan tangkap di Jepang dan Thailand masing-masing hingga 22 dan 39 persen. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal: pertama, Jepang secara terus-menerus melakukan pengurangan jumlah armada perikanannya sejak 1980an. Kedua, pada Maret 2011, gempa bumi yang disertai tsunami di pantai timur laut telah menghancurkan infrastruktur dan kapal perikanan, serta berdampak terhadap penurunan sepertiga hasil tangkapan ikan atau sekitar 7 persen pada tahun 2010 dan 3,5 persen pada tahun 2012.

Sementara itu, produksi ikan di Thailand menurun disebabkan berkurangnya sumber daya ikan akibat penangkapan ikan berlebih dan kerusakan lingkungan di Teluk Thailand, serta mendorong beroperasinya kapal-kapal perikanan Thailand menangkap ikan di perairan Indonesia sejak 2008.

Di sektor perikanan tangkap, tuna dan udang merupakan spesies yang banyak diperdagangkan. Pada tahun 2012, tuna diproduksi sebanyak 7 juta ton, mulai dari skipjack, frigate dan bullet tuna. Setali tiga uang, produksi udang juga meningkat hingga titik maksimalnya, yakni sebesar 3,4 juta ton.

Sementara itu, produksi perikanan budidaya memainkan peranan yang sangat penting dalam penyediaan ikan. FAO (2014) menyebut, perikanan budidaya berkontribusi sebesar 42,2 persen dari total produksi perikanan sebanyak 158 juta ton. Di antara tahun 1980 – 2012, total produksi perikanan budidaya meningkat rata-rata 8,6 persen setiap tahunnya. Untuk kebutuhan pangan, volume produksi perikanan budidaya meningkat lebih dari 2 kali lipat: dari 32,4 juta ton (2000) menjadi 66,6 juta ton pada tahun 2012. Asia adalah produsen perikanan budidaya sejak tahun 2008.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *