Satgas Illegal Fishing Mulai Bekerja, Susi Ingatkan Munculnya Modus Baru | Villagerspost.com

Satgas Illegal Fishing Mulai Bekerja, Susi Ingatkan Munculnya Modus Baru

Kapal berawak asing yang ditangkap petugas patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (dok. bkpim.kkp.go.id)

Kapal berawak asing yang ditangkap petugas patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (dok. bkpim.kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Satuan Tugas Pemberantasan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUUF) yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 19 Oktober 2015 melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2015, hari ini, Senin (23/11) mulai bekerja. Terkait hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan agar Satgas Illegal Fishing mencermati munculnya modus baru kejahatan perikanan.

“Bagian dari kita adalah menyelidiki jangan sampai kita tertipu,” ujar Susi dalam Rapat Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Illegal, di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (23/11).

Susi yang juga bertindak selaku Komandan Satgas Illegal Fishing mengatakan setelah menerima dan mengolah informasi, pihaknya akan langsung melakukan kegiatan penindakan pemberantasan pencurian ikan dengan melakukan penenggelaman langsung.

Untuk itu, diperlukan penyelidikan secara terperinci dan mendalam setiap informasi yang didapatkan, baik dari pengaduan masyarakat dan pertukaran informasi intelijen luar negeri.

Susi mengingatkan semenjak adanya kegiatan pemberantasan pencurian ikan, banyak modus-modus baru bermunculan agar kapal-kapal pencuri ikan tersebut tidak tertangkap dalam operasi penangkapan di laut Indonesia. Modus-modus ini merupakan bentuk antisipasi yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan perikanan.

Salah satunya, kata Susi, banyak pelaku Illegal, Unreported and Unregulated Fishing(IUUF) yang akan membeli kapal-kapal Indonesia, lahir dan dibuat di Indonesia. Namun anak buah kapal (ABK) yang ada di kapal tersebut tetap orang asing.

Pembelian kapal ini dilakukan untuk mengelabui petugas pemberantasan illegal fishing yang sedang beroperasi melakukan tugasnya membersihkan perairan Indonesia dari kejahatan perikanan.

“Ini modus-modus baru yang bermunculan sebagai upaya mereka mengantisipasi pemberantasan pencurian ikan. Kita harus lihat history atau synopsis record atau kronologi dari kapal-kapal tersebut. Ini harus kita lihat serta pastikan dengan daftar dari black list hasil dari Analisis dan Evaluasi (Anev) yang sudah dilakukan,” papar Susi.

Selanjutnya, tambah Susi, jika kapal-kapal tersebut melakukan tindakan pencurian ikan dan alih muat (transshipment) maka hukumannya adalah penenggelaman kapal karena berdasarkan undang-undang yang berlaku, asing tidak boleh melakukan penangkapan ikan di laut Indonesia.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *