UMKM dan Dana Desa Diharap Jadi Penggerak Ekonomi | Villagerspost.com

UMKM dan Dana Desa Diharap Jadi Penggerak Ekonomi

Perajin memamerkan hasil usahanya. UMKM dan Kucuran Dana Desa diharapkan menjadi penggerak ekonomi nasional (dok. pajak.go.id)

Perajin memamerkan hasil usahanya. UMKM dan Kucuran Dana Desa diharapkan menjadi penggerak ekonomi nasional (dok. pajak.go.id)

 

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi XI Willgo Zainar meminta pemerintah memperhatikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggenjot perekonomian yang masih belum juga pulih. Politikus asal dapil NTB ini mengatakan, sektor UMKM dan juga dana desa akan menjadi tumpuan dalam menggerakkan roda perekonomian.

Karena itu, dia berharap pemerintah memberikan dukungan dari sisi permodalan, melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit lainnya, untuk menstimulus UMKM. “UMKM menjadi tumpuan harapan kita saat ini, dimana sektor industri, komoditas ekspor dan migas kita mengalami penurunan,” katanya seperti dikutip dpr.go.id, Selasa (22/9).

UMKM, kata Willgo, tidak memiliki utang luar negeri, UMKM juga berbasis produk yang asli, tidak ada komponen impor yang menjadi bahan bakunya, dan juga padat karya, sehingga sebih banyak menyerap tenaga kerja. “Tinggal bagaimana permodalan, dan produk UMKM untuk memenuhi kebutuhan nasional dulu,” papar Willgo.

Willgo juga berharap kepada dana transfer daerah dan dana desa yang nilainya mencapai Rp782,2 triliun agar dapat memberikan penetrasi perekonomian di masyarakat. “Kita harapkan dana transfer ini dapat memberikan penetrasi, sehingga ekonomi berbasis desa ataupun pertanian, dan UMKM ini untuk segera ditumbuhkan, sehingga dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi kita, di saat ekonomi kita saat ini sedang melemah,” katanya.

Willgo mengingatkan pemerintah untuk selalu waspada terhadap berbagai kondisi yang berpotensi memberikan pengaruh kepada ekonomi nasional. Hal ini disampaikan Willgo terkait asumsi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2016 sedang dibahas di Komisi XI DPR bersama Pemerintah.

Willgo Zainar mengingatkan Pemerintah agar dalam pembahasan anggaran untuk tahun depan, jangan terlalu optimistis. “Kita sepakat, kondisi saat ini sangat berbeda dengan pembahasan RAPBN ataupun APBN-Perubahan 2015 lalu. Sekarang, kita perlu optimis, tapi kita juga perlu realistis. Kita terlalu optimis, tapi kita sulit untuk mencapai realisasinya,” tegasnya.

Politikus F-Gerindra ini juga mengingatkan, ada beberapa indikator realisasi APBN 2015 ini yang harus menjadi pertimbangan dalam RAPBN 2016. Misalnya, terkait penerimaan negara yang diprediksi tidak akan maksimal, dan bertengger di angka 90 persen dari target. Termasuk angka pertumbuhan ekonomi yang di kuartal II 2015 ini baru 4,7 persen, dari target 5,6 persen. Pada 2016, diprediksi berada di 4,7-5,3 persen.

“Termasuk akan ada penyesuaian di kurs rupiah. Estimasi awal di angka Rp13.400 sampai Rp13.900 per dolar Amerika Serikat, sekarang batas bawahnya di angka Rp13.900, dan batas atasnya bisa Rp14.300-Rp 14.500 per dolar AS. Mungkin agak sedikit realistis. Kalau lebih daripada itu, itu terlalu optimistik,” kata Willgo menganalisa.

Tak dipungkiri, lanjut Willgo, ditundanya keputusan kenaikan suku bunga acuan AS oleh The Fed, diakui turut mempengaruhi kondisi ekonomi nasional, khususnya kesepakatan RAPBN 2016. “Saya kira, keputusan FED menjadi seluruh acuan di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Sampai pada saat keputusan, yang sebenarnya sudah kita tunggu dari lama, keputusan FED untuk menunda ini menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan asumsi makro kita di RAPBN 2016,” saran Willgo. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *