Ada Jembatan Ambrol, Jalan Nasional Rawajitu Semakin Bikin Susah Warga | Villagerspost.com

Ada Jembatan Ambrol, Jalan Nasional Rawajitu Semakin Bikin Susah Warga

Warga membantu seorang pengendara motor yang membawa barang-barang untuk melintasi jembatan ambrol di jalan nasional poros Rawajitu (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Tulang Bawang, Villagerspost.com – Ibarat kata pepatah sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib ribuan warga masyarakat yang tinggal di ujung timur Kabupaten Tulang Bawang. Akses jalan nasional Rawajitu yang sudah rusak parah dan menyulitkan mobilitas warga, kini semakin menyulitkan lagi akibat ambrol-nya jembatan di Desa Sidang Gunung Tiga.

Ambrolnya jembatan ini membuat masyarakat di tiga kecamatan, Rawajitu Timur, Rawajitu Selatan dan Gedung Aji terancam terisolasi karena akses jalan utama tersebut putus sama sekali. Masyarakat terpaksa menggunakan rute alternatif untuk bisa mengakses ke wilayah lain.

Pengendara motor berjuang keras melewati jembatan yang ambrol (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Ismet, seorang warga Rawajitu mengatakan, untuk keluar atau masuk ke Rawajitu saat ini terpaksa harus menggunakan jalan milik perusahaan sawit melalui perkebunan. “Mulai dari pupuk, padi, udang dan lainnya mau nggak mau harus lewat kebun sawit, dan karena jalan itu milik perusahaan yang dijaga dan diberi portal kalau mau lewat kami harus bayar,” ujar Ismet, kepada Villagerspost.com, Jumat (9/2).

Ismet menambahkan, jembatan yang ambrol di Desa Sidang Gunung Tiga tersebut sebenarnya sudah dua bulan lebih mengalami kerusakan dan sebagian memang telah ambrol sedikit demi sedikit, meski sebagian masih bisa dilewati. Sayangnya, sama seperti umumnya ruas jalan nasional Rawajitu, kondisi jembatan yang sudah amburadul itu sama sekali tak mendapatkan perhatian dan penanganan dari pemerintah pusat maupun pemerintah setempat.

Dengan kerusakan parah, tak ada kendaraan roda empat yang bisa melintas (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Tanpa penanganan, akhirnya jembatan tersebut ambrol sepenuhnya. Kondisi ini, kata Ismet, sangat ironis mengingat jalan nasional Rawajitu adalah jalan yang berstatus jalan nasional yang mambentang dari Simpang Penawar hingga ke Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.

“Pemukiman dan lahan yang ada di sepanjang jalan ini sebagian besar merupakan wilayah penduduk transmigran dengan berbagai komoditas unggulan, sejak dibuka pada tahun 80-an akses transportasi ke menuju Rawajitu ini memang belum pernah ada perbaikan yang berarti,” pungkas Ismet.

Laporan/Foto: Arie Suharso, Petambak Udang eks Dipasena, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *