Ajir Bambu, Pertanda Kemandirian Benih Petani Kentang Pangalengan | Villagerspost.com

Ajir Bambu, Pertanda Kemandirian Benih Petani Kentang Pangalengan

Petani kentang Pangalengan, memanen kentang yang berasal dari bibit kentang lokal (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Pangalengan, Villagerspost.com – Di masa lalu, benih kentang impor semacam Tes, Kosima, Castela dan lainnya sangat merajai perkebunan kentang di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Para petani kentang di sana sangat suka membudidayakan kentang-kentang impor ini dengan alasan ketiadaan benih kentang lokal dan juga praktis

Praktis lantaran untuk membudidayakannya tidak perlu menggunakan ajir bambu sebagai penahan agar pohon kentang tidak roboh. Namun, kini kisah kebun kentang tanpa “hiasan” ajir bambu sudah tinggal cerita.

Pasalnya, petani kentang di Pangalengan, saat ini sudah mandiri benih. Pemerintah sudah mendirikan BBI (Balai Benih Induk) Kentang di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan. “Jadi untuk kebutuhan benih, petani sudah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri,” kata Abdul Rozak Hamzah, petani kentang dari Desa Sukamanah, kepada Villagerspost.com, Selasa (7/11).

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya para penangkar yang dibina oleh BBI. Rozak mengatakan, sejak berdirinya BBI di Pangalengan dengan melahirkan jenis kentang Granola, secara otomatis pola budidayanya pun berbeda.

Kini, kata dia, petani harus mau sedikit repot menggunakan ajir bambu. Meski terkesan merepotkan, para petani kentang Pangalengan, justru senang. Pasalnya, adanya ajir bambu ini, justru menjadi pertanda adanya kemandirian benih petani kentang di Pangalengan.

Keberadaan ajr bambu di kebun kentang petani, menandakan adanya kemandirian benih (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Keberadaan ajir menandakan, kentang yang ditanam adalah dari bibit lokal. “Ajir bambu bertujuan untuk menahan pohonnya agar tidak roboh, andaikan roboh itu sangat berpengaruh pada peningkatan produksi,” terang Abdul Rozak.

Jika tanaman roboh, kata dia, dipastikan tanaman tak akan tumbuh dengan baik dan bahkan bisa mati. “Kentang sangat membutuhkan fotosintesis jadi bila roboh atau patah pohonnya pasti akan bermasalah,” ujarnya.

Maka tidak mengherankan atau sudah menjadi pemandangan umum dalam pemeliharaan kentang jenis Granola, para petani selalu menggunakan ajir bambu, seperti merawat kacang buncis yang merambat atau tanaman tomat. “Ajir bambu pada kentang jaraknya 50 cm-1 meter, kemudian digapit dengan tali plastik, yang menghubungkan tali sebagai penguat dari ajir yang satu ke ajir lainnya,” pungkas Rozak.

Laporan/Foto: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *