Anggota Komisi IV Sebut Pencabutan Subsidi Benih Wajar | Villagerspost.com

Anggota Komisi IV Sebut Pencabutan Subsidi Benih Wajar

Alumni IPB bersama berbagai pihak bahu membahu menanam padi super IPB3S (dok. alumni ipb)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi IV DPR Rahmad Handoyo menilai wajar langkah pemerintah untuk mencabut program subsidi benih. Pasalnya, selama ini pemberian subsidi benih ke petani penyerapannya sangat rendah, yakni sekitar 20 persen. Karena itu, menurut dia, ada baiknya jika anggaran tersebut dialihkan ke program lain, seperti pemberian bantuan benih langsung ke petani.

“Penyaluran atau pemberian subsidi benih ke petani selama ini yang melalui PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani baru ke petani itu penyerapannya sangat rendah. Sehingga sayang jika dianggarkan kembali di tahun ini, lebih baik dialihkan ke program lainnya yang lebih memberi manfaat lebih ke petani, seperti pemberian bantuan benih langsung ke petani,” kata Rahmad, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Sabtu (6/1).

Meski setuju dengan pencabutan subsidi benih, Rahmad mengatakan, dia sepakat dengan anggota Komisi IV DPR lainnya agar untuk tahun ini pemerintah tetap memberikan subsidi benih padi yang sudah dianggarkan kepada petani. “Pemerintah juga punya kewajiban untuk mengedukasi petani untuk tidak bersandar pada benih dan pupuk kimiawi dari pemerintah,” ujar politikus PDIP ini.

“Di antaranya adalah dengan memanfaatkan kearifan lokal melalui program swadaya pupuk (pembuatan pupuk organik sendiri-red), serta program desa mandiri benih,” tambahnya.

Pada kesempatan berbeda, anggota Komisi IV DPR Darori mengatakan jika subsidi benih dihapus, maka harus ada perubahan untuk mendorong petani menanam padi. Pasalnya, saat ini animo masyarakat untuk bertani berkurang, hal itu terbukti dengan minimnya tenaga petani yang turun (kerja) di sawah, umurnya rata-rata di atas 40 tahun.

“Adanya subsidi benih yang diberikan pasca panen itu akan membuat petani berlomba-lomba meningkatkan mutu dan produksi padi. Tidak seperti sekarang petani masih jadi obyek. Itu terbukti, jika harga beras naik, pemerintah berlomba-lomba operasi pasar, kapan petani menikmati keuntungan?” papar Darori.

Pemerintah, melalui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sendiri mengatakan, tidak akan mencabut program subsidi benih petani pada tahun ini. Kementan, kata Andi, hanya akan mengambil anggaran subsidi benih tersebut dan mendistribusikan benih langsung kepada petani. “Adanya isu pencabutan subsidi benih oleh pemerintah salah kaprah,” kata Amran.

Selama ini distribusi benih dilakukan pemerintah melalui PT Sang Hyang Sari (Persero) atau SHS, baru diberikan ke petani. Kini, dari pemerintah pusat langsung ke Kementan, lalu didistribusikan ke petani melalui program mandiri benih seribu desa.

Dengan demikian, petani tetap bisa mendapat benih berkualitas dari pemerintah. Skema penyaluran subsidi benih kepada petani tetap sama dengan tahun 2017 lalu dengan besaran anggaran Rp1 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. (*)

 

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *