Awas, Buang Sampah di Laut Masuk Kegiatan Ilegal | Villagerspost.com

Awas, Buang Sampah di Laut Masuk Kegiatan Ilegal

Tumpukan sampah di pinggir pantai. KKP akan memberikan sanksi bagi para pembuang sampah di laut (dok. wwf.or.id)

Tumpukan sampah di pinggir pantai. KKP akan memberikan sanksi bagi para pembuang sampah di laut (dok. wwf.or.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan program Blue and Healthy Ocean. Tujuan program ini adalah agar ekosistem laut bersih dan sehat.  “Sekarang saya juga mau canangkan program Blue and Healthy Ocean. Maka dari itu, saya butuh koordinasi dengan kalian,” dihadapan pejabat dari beberapa BUMN akni PT PAL, Pelni, Perinus, Perindo dan Pelindo seperti dikutip kkp.go.id, Senin (30/11).

Lewat program itu nantinya, mereka yang berani mengotori laut, semisal tindakan membuang sampah sembarangan di laut akan terkena sanksi. Susi menegaskan membuang sampah di laut adalah kegiatan ilegal (illegal activity) di laut. “Buang sampah ke laut, termasuk illegal activity. Termasuk sampah plastik,” tegas Susi.

Susi akan meminta data, titik perairan Indonesia yang banyak mengandung material sampah. Meski tidak ada satelit, dia akan meminta bantuan ke beberapa negara, untuk mengumpulkan data tersebut. Selain itu, Susi juga akan mengerahkan keberadaan Satgas Illegal Fishing untuk menelusuri perairannya.

“Kita akan minta datanya dari beberapa negara, seperti Norwegia dan lainnya. Walaupun tidak ada satelit, kita harus komitmen, kita sudah punya satgas, kita akan kerahkan mereka,” terangnya.

Ke depan Susi akan mengkategorikan jenis sampah perusak perairan Indonesia, yang berpengaruh pada rusaknya ekosistem dan populasi ikan di laut. Termasuk plastik dan minyak bekas pemakaian di kapal nelayan. “Nanti setelah itu, kita bikin kategori sampahnya,” ujarnya.

Untuk menangani hal tersebut, Susi mempercayakan kepada PT Pelni, menjadi regulator kampanye Blue and Healthy Ocean kepada awak kapal maupun nelayan. Sementara untuk keberadaan kapal yang mendukung kebersihan laut, Susi akan berkoordinasi dengan PT PAL.

Susi mengatakan, program ini sekaligus upaya meminimalisir kandungan emisi racun yang kerap diperoleh dari sampah-sampah yang berada di laut. Program ini pun, dinilai susi efektif untuk menuju laut sehat dan bersih.

Laut bersih dan sehat, lanjut Susi, perlu diciptakan untuk mengejar rencana perikanan dan kelautan Indonesia. Oleh karenanya, dibutuhkan sinergitas antar lembaga pemerintah.

“Menuju laut sehat dan bersih tentunya. Kenapa? Karena kita perlu mengejar dan mengkomplitkan rencana perikanan dan kelautan kita,” paparnya.

Rencana program Blue and Healhty Ocean dirancang karena sebelumnya telah ada laporan dari pihak pasar asing yang menolak produk ikan dari Indonesia masuk. Dilarangnya produk perikanan Indonesia, karena telah teridentifikasi terkandung material berbahan plastik di dalam dagingnya.

Disinyalir ikan tersebut telah memakan sampah plastik di lautan. “Diharapkan, selain menciptakan ekosistem laut bersih, program Blue and Healthy Ocean juga dapat menghasilkan produk perikanan yang segar dan sehat,” pungkas Susi. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *