Balai TN Bunaken Bina Ekonomi Kreatif Masyarakat | Villagerspost.com

Balai TN Bunaken Bina Ekonomi Kreatif Masyarakat

Suasana pembinaan ekonomi kreatif masyarakat di sekitar tn bunaken (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Bunaken, Villagerspost.com – Balai Taman Nasional Bunaken melakukan kegiatan pembinaan ekonomi kreatif masyarakat di penyangga kawasan Taman Nasional Bunaken, Senin (26/2) lalu. Pembinaan ekonomi kreatif tersebut merupakan tindak lanjut dari pendampingan kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi implementasi role model Pengembangan Pemanfaatan Zona Tradisional Untuk Ekowisata Bersama Masyarakat.

Peserta pembinaan ekonomi kreatif terdiri dari perwakilan kelompok binaan yaitu Cahaya Tatapaan dan Cahaya Trans serta kelompok masyarakat melalui Kader Konservasi, kelompok perikanan, serta kelompok perempuan pesisir yang berada di penyangga Taman Nasional Bunaken, dengan jumlah peserta terundang sebanyak 60 orang. Adapun Narasumber dalam pembinaan berasa dari Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan, Fasilitator Forum Tata Kelola Destinasi (FTKP/ DMO Bunaken), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala Balai TN Bunaken Dr. Farianna Prabandari dalam sambutannya di acara pembukaan pembinaan ekonomi kreatif mengatakan, masyarakat adalah pelaku pembangunan. “Karena itu masyarakat harus mampu menjadi interpreter pada desa yang ada di wilayahnya, sehingga dapat bersaing dan dapat menjelaskan potensi desa yang ada,” ujarnya.

Beberapa produk olahan hasil laut dari masyarakat ikut dipamerkan di acara tersebut (dok. villagespost.com/eko handoyo)

Farianna memaparkan, ekonomi kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakan ekonomi. Era globalisasi yang beken disebut “Jaman Now” dengan tingkat konektivitas yang tinggi telah mengubah cara bertukar informasi, berdagang, dan konsumsi dari produk-produk budaya dan teknologi pada berbagai tempat di dunia.

“Karena itu, masyarakat yang memanfaatkan sumber daya alam di Taman Nasional Bunaken perlu dikembangkan dan terus dibina agar mampu memasuki dunia persaingan pasar,” ujarnya.

Menurut Farianna, pengembangan ekonomi kreatif oleh kelompok-kelompok masyarakat yang bermukim di penyangga kawasan Taman Nasional Bunaken menjadi penting manakala dapat meningkatkan kesejahteraan dan pemanfaatan kawasan dengan melihat potensi, daya dukung, dan kelestarian lingkungan. “Hal tersebut menempatkan masyarakat sebagai obyek utama dalam pembangunan,” tegas Farianna.

Pemaparan materi terkait pariwiata sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif (ok. villagerspost.com/ek handoyo)

Dalam melakukan pembinaan ekonomi kreatif ini pihak TN Bunken bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Strategi pembinaan dan pengawasan wirausaha kreatif dilakukan dalam beberapa bentuk.

Pertama, pemanfaatan teknologi, inovasi dan kreativitas. Kedua, mengoptimalkan ketersediaan sumber daya industri kreatif. Ketiga, membuka peluang kerjasama dan kemitraan. Keempat, Mendorong peran pemerintah dalam pembinaan industri kreatif.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Selatan Romal Massie mengatakan, berbagai macam kegiatan wisata didukung oleh berbagai fasilitas dan layanan baik yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha dan pemerintah. “Kami berharap dengan pembinaan usaha ekonomi kreatif bagi masyarakat penyangga di kawasan Taman Nasional Bunaken memberikan peluang untuk meningkatkan nilai tambah dan perekonomian,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Winda Mercedes Mingkid, selaku Fasilitator FTKP/ DMO Bunaken dan narasumber Lingkungan dan Pariwisata Berkelanjutan menyampaikan, prinsip pariwisata berkelanjutan antara lain: Memanfaatkan sumberdaya lingkungan yang menjadi elemen kunci dalam pembangunan pariwisata secara optimal, menjaga ekologi proses penting, dan membantu mengkonservasikan pusaka alam dan pusaka keanekaragaman hayati.

“Hal tersebut sebagaimana sasaran pariwisata nasional adalah pro poor, pro growth, pro job, dan pro environment yakni pariwisata yang meningkatkan kualitas hidup, memperkuat nilai sosial dan budaya serta menciptakan nilai tambah,” tegas Winda.

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo PEH pada Balai TN Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *