Banjir Lagi, Petani Bawang Merah Brebes Terancam Gagal Panen Lagi | Villagerspost.com

Banjir Lagi, Petani Bawang Merah Brebes Terancam Gagal Panen Lagi

Hamparan tanaman bawang merah milik petani bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, kembali terendam banjir (dok. villagerspost.com/suharjo)

Brebes, Villagerspost.com – Petani bawang merah di Brebes, khususnya di Desa Sidamulya, harus menelan pil pahit untuk kedua kalinya. Pasalnya, tanaman bawang merah yang mereka tanam, dan rata-rata baru berumur rata 5 sampai 15 hari setelah tanam (HST) kembali terendam banjir, setelah Minggu (11/2) malam hujan lebat mengguyur kawasan tersebut.

Hujan dengan intensitas tinggi disertai petir yang terjadi selama 3 jam tanpa henti, telah merendam area pertanian di Sidamulya, khususnya kawasan pertanian bawang merah seluas puluhan hektare. Ini adalah kejadian kedua setelah pada bulan Februari lalu, petani bawang di Brebes juga dipastikan gagal panen akibat lahannya terendam banjir.

Ketika itu, ada 46 hektare tanaman bawang merah dan 14 hektare tanaman padi yang terendam banjir. Sisanya puluhan hektare lagi terdiri dari lahan pertanian cabai, jagung, kacang dan lain-lain.

Tanaman bawang merah yang baru saja ditanam, terancam rusak jika air tak segera surut (dok. villagerspost.com/seharjo)

Salah satu petani bawang merah yang ditemui Villagerspost.com, Suyud mengaku, baru kali ini mengalami kejadian semacam itu. “Hujan turun dengan intensitas tinggi tanpa henti yang disertai petir,” katanya, Senin (12/2).

Suyud menambahkan, intensitas hujan yang sangat tinggi ini diperparah dengan drainase yang buruk, mengakibatkan terjadinya banjir besar untuk kedua kalinya di awal tahun ini. “Dan baru kali ini juga air hujan bisa menggenangi lahan pertanian yang katanya dulu-dulu tidak pernah terjadi meski hujan sebanyak apa pun,” keluh Suyud.

Petani pun terancam merugi sangat besar akibat dua kali kegagalan panen karena banjir ini. “Kalau bulan kemarin, Februari karena luapan Sungai Pemali, kali ini banjir diakibatkan intensitas hujan yang tinggi,” papar Suyud.

Petani terancam gagal panen untuk kedua kalinya awal tahun ini (dok. villagerspost.com/suharjo)

Petani bawang merah lainnya, Kasad, menambahkan, jika hari ini (Senin, 12 Februari-red) air tidak surut, berarti sudah dipastikan para petani akan mengalami gagal panen dua kali. “Kalau hari ini bisa surut mungkin masih bisa diselamatkan meski hasilnya nanti tidak, atau kurang baik,” kata Kasad, sambil menempuk kepala. “Duh, aduh banjir lagi,” keluhnya kemudian.

Rekan Kasad yang bernama Satori juga menyampaikan, para petani akan kesulitan untuk menanam lagi, jika sampai banjir tak surut dan tanaman mereka tak bisa diselamatkan, karena mereka kehabisan bibit. “Bibit sudah habis karena dua kali tanam gagal karena banjir. Itu diperparah air tidak dapat cepat surut karena hanya ada satu saluran pembuangan di bawah jalan tol,” keluh Satori.

Laporan/Foto: Suharjo, Petani Muda Brebes Jawa Tengah, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *