Bantuan Alat Pertanian Kementan di Kabupaten Bogor tak Berguna | Villagerspost.com

Bantuan Alat Pertanian Kementan di Kabupaten Bogor tak Berguna

Sawah di wilayah dataran tinggi dengan sistem terasering (dok. kemendag.go.id)

Sawah di wilayah dataran tinggi dengan sistem terasering (dok. kemendag.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Siti Nurianty mengatakan, berbagai bantuan alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian tak semuanya dapat digunakan di Kabupaten Bogor. Hal itu disebabkan kondisi kontur geografis pertanian di Kabupaten Bogor yang berundak, bukan hamparan.

Padahal bantuan alat mesin pertanian tersebut, sangat dibutuhkan petani di bumi Tegar Beriman itu. “Sayangnya, kontur geografis lahan pertanian di Kabupaten Bogor kebanyakan berundak dan terasering. Beda dengan daerah lain seperti Karawang atau Indramayu yang kebanyakan berupa hamparan padi,” ujar Nurianty dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Selasa (14/7).

Dari sisi kebutuhan, kata Nurianty, masyarakat petani Kabupaten Bogor sangat membutuhkan alat mesin pertanian yang telah disediakan Kementerian Pertanian. Sayangnya kebanyakan alat mesin pertanian tersebut berukuran besar dan kurang cocok diterapkan di Kabupaten Bogor.

Sebagai contoh, mesin pompa air ukuran 4 inchi yang disediakan Kementerian Pertanian, tidak bisa diterapkan di Kabupaten Bogor. Sebabnya karena daerah ini tidak memiliki sumber daya air ukuran besar dan melimpah.

“Kalau pun ada sumber daya air, itu pun hanya embung air di sungai, empang atau situ. Kalau pun ada sungai besar, jaraknya jauh dari lokasi pertanian. Kondisi ini menyulitkan petani. Seandainya Kementerian Pertanian menyediakan mesin pompa air ukuran 3 inchi atau 2 inchi, pasti akan sangat berguna,” terang Nurianty.

Secara terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Prasetyawati mengatakan, di musim kering seperti saat ini, petani lebih memilih menggunakan mesin pompa air yang ada untuk mandi cuci kakus (MCK), ketimbang digunakan untuk mengairi lahan pertanian mereka.

“Malahan sekarang kebanyakan petani pakai mesin pompa air untuk MCK, daripada mengairi sawahnya. Karena di musim kering, sumur-sumur di rumah mereka ikut kering, makanya pompa air dipakai untuk menyedot air dari sungai atau empang dan situ terdekat ke bak penampungan air rumah mereka,” ujar wanita yang akrab disapa Wati itu.

Dengan kondisi seperti itu, kini Distanhut Kabupaten Bogor memerlukan mesin pompa air semua ukuran, baik 4 inchi ataupun di bawahnya. “Kalau tidak terpakai untuk pengairan ya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kekeringan yang setiap tahun melanda Kabupaten Bogor,” tandasnya.

Masih terkait dengan mesin pompa air, warga di wilayah barat Kabupaten Bogor yang memiliki kebiasaan untuk menggali lubang mencari logam mulia, malah lebih membutuhkan mesin pompa air berukuran 4 inchi karena daya hisapnya yang besar dan kuat.

Menurut pengakuan Buana (54), warga yang akrab dengan para penambang emas tanpa izin (PETI) di Kecamatan Sukajaya, dengan mesin pompa air ukuran 4 inchi, lubang tempat mencari emas yang pasti akan digenangi air, dapat dihisap kering dalam waktu kurang dari dua minggu. “Sementara kalau pakai mesin pompa air biasa, bisa satu bulan baru kering airnya,” tandas Buana. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *