Berkah Sampah Plastik BUMDes Berkah | Villagerspost.com

Berkah Sampah Plastik BUMDes Berkah

Ratusan karung sampah yang didominasi sampah plastik.  (dok. tn bunaken)

Jakarta, Villagerspost.com – Tumpukan plastik yang bertebaran di sepanjang jalan antara Kota Sofifi di Tidore Kepulauan, Maluku Utara menuju Desa Balbar memang tak elok dipandang mata. Bayangkan saja, sampah plastik bertebaran mulai dari pinggir jalan, di selokan kering, dan di sudut-sudut jalan yang bahkan hingga menggunung, tanpa terlihat adanya upaya pembersihan.

Namun di balik pemandangan tak sedap itu, tumpukan sampah plastik justru menyimpan berkah tersendiri bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah yang merupakan BUMDes milik Desa Balbar. BUMDes Berkah justru mampu meraup uang dari berbisnis pengolahan sampah plastik.

Kepala Desa Balbar Amir Abdulloh mengatakan, mulanya ia bersama juga kebingungan bagaimana mengatasi masalah sampah plastik ini. Namun kemudian, dia justru mendapat ide untuk membuat usaha pengolahan sampah plastik.

“Di sini sampah plastik berhamburan. Kita sama-sama mengatasi sampah dan mengolahnya menjadi bijih plastik,” kata Amir, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (13/9).

Amir mengungkapkan, inisiatif pengolahan sampah plastik menjadi bijih plastik itu dimulai sejak 2015 lalu. Untuk menunjang kegiatan itu, dana desa yang dialokasikan untuk Desa Balbar, digunakan untuk mendanai pelatihan dan peningkatan kapasitas pengolahan sampah.

Hal tersebut merupakan upaya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Awal dana desa bergulir pada tahun 2015. Pada waktu itu saya fokus pada bagaimana membentuk kelompok-kelompok usaha. Kemudian tahun berikutnya bagaimana bekerjasama dengan Balai Latihan dan Kerjasama (BLK) untuk pelatihan dan peningkatan skill ibu-ibu dan pemuda. Ini dilakukan sebagai usaha untuk pemberdayaan ekonomi,” kata Amir.

Tiga tahun upaya pengolahan sampah plastik berjalan, pada Januari 2018, berdasarkan kesepakatan yang diambil dalam musyawarah desa, warga sepakat untuk membentuk BUMDes Berkah. Modal awal untuk menjalankan BUMDes tersebut adalah sebesar Rp290 juta. Sejak BUMDes berdiri, maka usaha pengolahan sampah plastik pun diserahkan kepada BUMDes.

Direktur BUMDes Berkah Mohammad Imam mengatakan, masyarakat meyakini dengan adanya pembentukan BUMDes maka pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi akan semakin optimal. “Kita berembug lihat peluang. Sampah-sampah di sekitar Maluku Utara belum tertata, kita buat terobosan untuk mengolah limbah plastik,” ujarnya.

Lewat terobosan itu, kata Imam, sampah-sampah plastik yang bertebaran desa hingga ke kota Sofifi pun justru diubah menjadi peluang usaha. “Kita ambil contoh dari Youtube bagaimana sampah dikelola dengan baik. Ini sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa sampah perlu diolah. BUMDes pun dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan,” ujar Imam.

Sayangnya, usaha pengolahan sampah plastik ini masih mengalami kendala yaitu berupa kapasitas yang masih rendah. aat ini BUMDes Berkah hanya memiliki satu mesin dengan kapasitas cacah hingga 3 ton dalam satu hari kerja. Dalam satu bulan, mereka dapat menghasilkan 14 ton untuk setiap satu kali kirim ke perusahaan di Bekasi atau kabupaten lainnya.

Pekerjaan itu ditangani oleh 20 anggota BUMDes yang tadinya merupakan para pengangguran di Desa Balbar. Dengan usaha ini, BUMDes Berkah bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp20 juta per bulan.

“Dalam satu minggu kita bisa menghasilkan 100 kg bijih plastik. Disini yang bekerja kebanyakan dari kaum ibu-ibu yang menganggur. Dengan adanya usaha ini mereka dapat penghasilan Rp200ribu/ minggu,” ujar Imam. Kendala lain di luar mesin untuk saat ini adalah kurangnya bahan baku dan angkutan.

Sebagai alternatif pasokan bahan baku, BUMDes Berkah bekerjasama dengan BUMDes sekitar yaitu BUMDes Borero Desa Ampera dan BUMDes Garomajang Desa Garojo. Mereka dapat mensuplai kebutuhan BUMDes Berkah. Setiap kilogram sampah akan dibeli oleh BUMDes Berkah seharga Rp1.500. Sementara kedua BUMDes tersebut mengambil dari masyarakat dengan harga Rp1.000.

“Ke depan akan mengembangkan menjadi sebuah industri dan menyerap tenaga kerja. Kami juga akan menciptakan branding dengan desa-desa lain. Selain dengan dua BUMDes, kami juga bangun jaringan dengan kabupaten lain seperti Jailolo dan pulau-pulau terdekat. BUMDes Berkah sebagai distributor sampah plastik. BUMDes lain sebagai pemasok bahan baku. Perusahaan air mineral akan menjadi mitra kami,” ungkap Imam.

Kreatifitas BUMDes Berkah Desa Balbar membangkitkan geliat perekonomian di Sofifi. BUMDes lain di desa tetangga pun terdorong untuk saling bekerjasama. “Tidak hanya menjadi lapangan pekerjaan baru, hadirnya BUMDes juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkas Imam.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *