Bersama Gereja, Warga Popareng Tanam Mangrove Lestarikan Lingkungan | Villagerspost.com

Bersama Gereja, Warga Popareng Tanam Mangrove Lestarikan Lingkungan

Aplikasikan ajaran gereja, warga Popareng dan jemaat gereja GMIM Betlehem Popareng laksanakan program penanaman mangrove (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Bunaken, Villagerspost.com – Agama-agama di dunia sejatinya turun untuk menuntun manusia agar mampu mengelola alam semesta dengan baik, termasuk menjaga kelestariannya. Prinsip ini dipahami benar oleh warga Desa Popareng, di kawasan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara.

Berpegang kepada ajaran gereja, Jemaat GMIM Betlehem Popareng pun ikut berpartisipasi menjaga kelestarian alam lewat kegiatan penanaman mangrove di pesisir pantai Popareng. “Kegiatan ini mensinergikan dorongan antara keberkahan dalam kehidupan melalui gereja dan untuk menjamin kelangsungan kehidupan manusia dan kehidupan alam,” kata Ketua Kelompok Cahaya Tatapaan, Desa Popareng Djoni Sambur kepada Villagerspost.com, Sabtu (14/4).

Dia mengatakan, inspirasi masyarakat untuk menanam mangrove juga tak lepas dari kampanye lingkungan yang selama ini sudah dilaksanakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Cahaya Tatapaan. “Selama dua tahun terakhir kami bersama anggota kelompok berupaya untuk terus mengkampayekan pelestarian lingkungan hidup, apalagi kami telah bermitra dengan Balai Taman Nasional Bunaken untuk mengembangkan Desa Popareng menjadi ‘Desa Wisata’ pesisir pertama di Kabupaten Minahasa Selatan,” kata Sem, panggilan akrab dari Djoni Sambur.

Seluruh warga dan jemaat dari anak-anak hingga orang tua terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan ini (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Sem menegaskan, mereka juga mengajak para pemuda dan pemudi yang masih memiliki visi kedepan dalam pembangunan. “Mereka jualan generasi jaman now yang akan menggantikan generasi sekarang, jika tidak kita lakukan pelestarian lingkungan dengan menanamkan diri dari dalam kapan lagi itu akan berbuat,” ujarnya.

Lewat ajaran agama, kata Sem, kita diajarkan berpasrah kepada Tuhan untuk lingkungan hidup. “Karena ini juga adalah amanah yang Maha Kuasa untuk generasi yang akan datang,” sambung Sem, yang juga menjabat Pinatua Kolom 2 GMIM Betlehem Popareng.

Sekretaris Kelompok Cahaya Tatapaan Yano Lengkong menambahkan, momen pelestarian lingkungan hidup dengan menanam mangrove ini bertepatan dengan Perayaan Paskah Tahun 2018. Hal ini, kata dia, juga sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan yang menciptakan alam ini.

“Selain itu dengan melestarikan mangrove akan lebih banyak ikan berkembang di sekitar kawasan ini, demikian pula dalam pelaksanaannya tidak hanya jemaat yang terlibat tetapi rohaniwan, masyarakat dari orang tua dan anak-anak juga ikut serta, dengan para pemuda dan pemudi dari gereja,” ujar Yano.

Sebanyak 3000 bibit mangrove ditanam agar kawasan pantai Popareng tetap lestari (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Masyarakat, kata Yano, tetap bersemangat meski lokasi pengambilan bibit jauh dari kampung, yaitu di Desa Sondaken. Bibit diambil dari cabutan alam, karena dianggap memiliki kesamaan ekosistem dan pertumbuhan alam.

Jemaat GMIM Popareng mendapat jatah menanam sebanyak 7 kolom, masing-masing kolom ditanami antara 240-300 an bibit, sehingga lebih dari 3.000 bibit yang sudah tertanam. “Kami sudah membentuk tim bersama Kelompok Cahaya Tatapaan untuk memantau perkembangan mangrove yang ditanam, tim bekerja selama 1 tahun kedepan, bila ada mangrove yang mati akan kami ganti dan tanam kembali,” kata Yano.

“Lokasi ini sekaligus menjadi lokasi pelestarian dari gereja GMIM Popareng, semoga dengan aktivitas ini masih ada tingkat kepedulian kita dari manusia kepada alam,” sambung Yano.

Laporan/Foto: Eko Wahyu Handoyo, S.Hut, PEH Pada Balai Taman Nasional Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *