Budidaya Tanaman Berkelanjutan Jadi Trend Masa Depan | Villagerspost.com

Budidaya Tanaman Berkelanjutan Jadi Trend Masa Depan

Warga merawat tanaman sayur kol yang sudah siap panen (dok. villagerspost.com/tim jurnalis desa kalensari

Warga merawat tanaman sayur kol yang sudah siap panen (dok. villagerspost.com/tim jurnalis desa kalensari

Jakarta, Villagerspost.com – Budidaya tanaman secara berkelanjutan (sustainable) akan menjadi trend budidaya di masa depan. Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Budidaya Tanaman oleh Komisi IV DPR, di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jateng, Selasa (13/12) lalu.

Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengatakan, budidaya tanaman berkelanjutan adalah budidaya yang mencakup aspek lingkungan dan pemberdayaan para petani. “Ke depan sistem budidaya yang diharapkan adalah yang berkelanjutan, berpihak kepada para petani, dan para pengusaha sektor pertanian,” kata Edhy

Menurut politisi Gerinda ini, untuk mengembangkan budidaya tanaman berkelanjutan harus pula memberdayakan para petaninya. Indonesia punya para petani yang hebat.  Tinggal pemerintah memberi perhatian lebih kepada para petani di Tanah Air.

Untuk itu, lanjut Edhy, perlu sistem terpadu antar kementerian yang saling menguatkan untuk mendukung para petani demi mengembangkan budidaya berkelanjutan. “Kita punya petani yang hebat-hebat dan jagoan. Mereka bisa melakukan apa saja. Hanya peran pemerintah kita, apakah sudah melakukan pembinaan. Kalau konsep anggarannya tidak memihak petani susah juga. Sistemnya harus berkesinambungan tidak boleh hanya di bawah satu kementerian,” kata Edhy.

Yang juga patut diperhatikan dalam budidaya berkelanjutan adalah lingkungan. “Jangan sampai budi daya tanaman kita malah merusak lingkungan,” pungkas Edhy.

Sementara, sebelumnya, dari hasil FGD yang dilakukan di Universitas Sumatera Utara, Komisi IV mendapatkan masukan, terkait perlindungan terhadap petani. “Dengan adanya perlindungan terhadap petani, maka diharapkan para petani bisa mengoptimalkan apa yang menjadi produktivitasnya, dan secara otomatis pula akan meningkatkan penghasilannya,” kata Anggota Komisi IV DPR RI Fadholi

Ia juga mengatakan, jika penghasilan para petani tersebut meningkat, maka meningkat pula kesejahteraannya. Fadholi menilai, revisi undang-undang ini sudah sangat diperlukan karena akan lebih fokus kepada perlindungan petani dan juga produk-produk pertanian.

“Ada beberapa hal yang menjadi tujuan dan sasaran yang akan dicapai dari revisi UU ini, yang utamanya adalah untuk memberikan pasal-pasal yang berkaitan dengan masalah tanaman pertanian dan bibit tanaman. Diharapkan agar bibit-bibit tersebut dapat dikembangkan oleh para petani itu sendiri,” jelasnya.

Fadholi menyatakan, bila revisi undang-undang ini dilaksanakan, maka akan ada dampak perlindungan bagi petani dari beberapa sisi, yakni dari sisi kebijakan, sisi produktifitas, dan dukungan dari sisi finansialnya. (*)

Ikuti informasi terkait perlindungan petani >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *