BUMDes Desa Kalensari Ciptakan Alat Pengendali Hama Wereng Ramah Lingkungan | Villagerspost.com

BUMDes Desa Kalensari Ciptakan Alat Pengendali Hama Wereng Ramah Lingkungan

Alat pembakaran sekam dengan dua cerobong yang menghasilkan asap dan asap cair (dok. bumdes berkah mandiri, kalensari, indramayu)

Indramayu,Villagerspost.com – Serangan hama seperti wereng batang coklat, merupakan hal yang paling ditakuti oleh para petani, khususnya di kawasan lumbung padi seperti Kabupaten Indramayu. Wilayah ini pernah mengalami kerugian yang cukup besar akibat kegagalan panen yang diakibatkan serangan wereng yang diikuti dengan penyakit kerdil hampa atau klowor.

Ini jelas merupakan sebuah ironi jika mengingat, para petani di Indramayu sebenarnya pernah memiliki sebuah kearifan lokal untuk mengendalikan hama jenis ini. Kuwu atau Kepala Desa Kalensari, Kecamatan Widasari, H. Masroni mengatakan, orang tua di Indramayu dulu melakukan tradisi yang disebut “Ngerawun” di setiap awal musim tanam padi.

“Ngerawun itu, membakar sekam padi dengan campuran tertentu di perempatan pematang sawah saat tanaman padi mapak anak (sekitar umum 55-60 hari setelah tanam/HST) dengan tujuan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman padi,” ujarnya kepada Villagerspost.com, Senin (8/1).

Bagian dalam alat pembakaran sekam untuk mengendalikan hama khususnya wereng (dok. bumdes berkah mandiri, kalensari, indramayu)

Masroni, menyayangkan, perlahan-lahan kearifan lokal ini hilang, karena petani lebih percaya pada racun kimia untuk memusnahkan hama, meski akibatnya, hama justru semakin tahan terhadap racun-racun kimia. “Budaya tersebut yang arif nan bijaksana ini telah tergusur dan ditinggalkan oleh sedulur petani jaman now,” katanya.

Kini, Masroni, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Mandiri, Desa Kalensari, mencoba membangkitkan lagi budaya “Ngerawun” yang ramah lingkungan itu. Caranya? BUMDes Berkah Mandiri saat ini telah menciptakan alat pembakaran sekam serbaguna untuk mengendalikan populasi wereng dan kupu putih di sawah.

Alat sederhana untuk mengembalikan lagi kearifan lokal “Ngerawun” (dok. bumdes bekah mandiri, kalensari, indramayu)

“Caranya dengan alat ini, sekam dicampur belerang, dibakar, dan asapnya, pada cerobong yang menghadap ke atas, menghasilkan asap secara langsung menyebar ke tanaman untuk pengendalian hama terutama wereng dan kupu putih,” terang Masroni.

Sementara pada cerobong yang menghadap bagian bawah menghasilkan asap cair yang telah bercampur dengan belerang berguna untuk pengendalian hama melalui penyemprotan. “Tentu penempatan alat nan sederhana ini di perempatan pematang atau ditengah sawah guna memperoleh penyebaran asap yang lebih merata disawah,” ujar Masroni.

Dia mengatakan, petani yang ingin kembali ke kearifan lokal “Ngerawun” yang ramah lingkungan ini bisa memesan alat tersebut ke BUMDes Berkah Mandiri. “Kreatif petaninya maju desanya,” tegas Masroni. (*)

Laporan/Foto: Tim Jurnalis Desa Kalensari, Indramayu, Jawa Barat

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *