Cerita Suram Desa Tangguh Bencana | Villagerspost.com

Cerita Suram Desa Tangguh Bencana

Pelatihan kader desa tangguh bencana (dok. kabupaten tanah bumbu)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua Komisi VIII Noor Achmad meminta pemerintah untuk memberikan perhatian kepada desa tangguh bencana. Salah satunya adalah Desa Lok Buntar, Kec. Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan. Di desa ini masyarakatnya mampu mengantisipasi dan meminimalisir kekuatan yang merusak melalui adaptasi.

Noor Achmad yang memimpin tim kunjungan kerja ke desa tersebut, Rabu (3/5) mengatakan, warga Desa Lok Buntar juga mampu hidup kembali secara mandiri usai bencana menimpa. “Saya memberikan apresiasi kepada para relawan yang bekerja dan membantu masyarakat setempat ketika terjadi bencana,” kata Noor.

Dalam kesempatan itu, Noor juga mendengar keluhan warga yang mengaku terisolir ketika terjadi bencana. Akses menuju Desa Lok Buntar hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan perahu klotok.

“Akses jalur roda dua akan terputus jika banjir melanda kawasan tersebut. Warga hanya bisa mengandalkan trasportasi air berupa perahu klotok yang hanya mampu menampung sedikit warga,” paparnya.

Kepala Desa Lok Buntar menuturkan, desa ini sangat terpencil karena akses menuju desa sangatlah sulit. Ia berharap, Komisi VIII mampu membantu memberikan alat dan sarana yang dibutuhkan oleh warga berupa pembangunan jembatan yang mampu dilewati roda empat, radio komunikasi handy talky (HT), perahu karet, alat pemadam kebakaran portable, peralatan dapur umum, dan gudang untuk menyimpan logistik ketika bencana.

Sementara John Kenedy Aziz yang turut serta dalam rombongan, mengaku prihatin terhadap desa ini, karena akses jalan yang sulit serta dikelilingi sungai dan rawa. Ia berjanji akan memperjuangkan tuntutan warga tersebut.

“Kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mewujudkan tuntutan warga, termasuk pembangunan jembatan yang bisa diilewati roda empat yang akan mampu meningkatkan perekonomian warga,” tutur John.

Senada dengan John, Endang Maria Astuti juga menuturkan, Provinsi Kalimantan Selatan harus memilki shelter atau penampungan warga di desa tangguh bencana. “Ketika akan terjadi banjir, perangkat desa atau kecamatan mampu mengungsikan warganya ke shelter tersebut,” ujarnya.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *