Dalam Sepekan, KKP Tangkap 3 Kapal Ikan Ilegal Malaysia | Villagerspost.com

Dalam Sepekan, KKP Tangkap 3 Kapal Ikan Ilegal Malaysia

Kapal ikan ilegal Malaysia yang ditangkap aparat KKP (dok. kkp)

Jakarta, Villagerspost.com – Persoalan antara RI dengan Malaysia tak cuma terjadi di darat tetapi juga di lautan. Kapal-kapal ikan negeri jiran itu dalam sepekan belakangan ini kerap terpergok tengah mencuri ikan di perairan RI. Kementerian Kelautan dan Perikanan pun bertindak tegas dengan menangkap 3 kapal ikan ilegal Malaysia, dalam rentang sepekan ini.

Yang terbaru, pada 18 Agustus lalu, KKP berhasil mengamankan 1 (satu) kapal yang juga berasal dari Malaysia. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Waluyo Sejati Abutohir mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 008 pada tanggal 18 Agustus 2017 terhadap KM. KHF 2069 di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Selat Malaka.

Waluyo menambahkan Kapal yang dinakhodai oleh warga negara Thailand tersebut ditangkap beserta 4 (empat) orang awak kapal yang juga berkewarganegaraan Thailand. “Berhasil diamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit kapal, alat penangkap ikan terlarang trawl, alat komunikasi (radio), alat navigasi (GPS, fish finder, kompas dan teropong) dan ikan hasil tangkapan sejumlah ± 500 kg serta dokumen-dokumen kapal,” ungkap Waluyo, di Jakarta, Senin (21/8).

Kapal tersebut selanjutnya dikawal ke Stasiun PSDKP Belawan, Sumatera Utara untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perikanan. Para awak kapal itu akan dikenakan dengan sangkaan pelanggaran atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009.

Sebelumnyam pada tanggal 15 Agustus, kapal pengawas KKP juga berhasil menangkap 2 (dua) kapal perikanan asing (KIA) ilegal asal Malaysia di wilayah Selat Malaka. Penangkapan dilakukan oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu 12 terhadap kapal dengan nama KM. KHF 2228 (68 GT) dengan jumlah awak kapal 5 (lima) orang berkewarganegaran Indonesia dan KM. KHF 1980 (63 GT) dengan awak kapal 5 (lima) orang warga negara Thailand.

“Kedua kapal tersebut ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia tanpa izin dan menggunakan alat tangkap terlarang trawl. Kedua kapal selanjutnya dikawal ke Stasiun PSDKP Belawan, Sumatera Utara, untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan,” terang Waluyo.

Sementara, kedua kapal berbendera Vietnam ditangkap oleh KP. Orca 02 di ZEEI Laut Natuna Utara. Kapal yang ditangkap, yaitu KM.BD 96743 TS dengan awak kapal 15 orang warga negara Vietnam, dan KM KNF 7825 dengan awak kapal 14 orang warga negara Vietnam. Kapal-kapal tersebut ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di peraian Indonesia tanpa izin, kedua kapal tersebut dikawal menuju Satuan Pengawasan Natuna, untuk proses hukum oleh PPNS Perikanan.

Atas kegiatan yang dilakukan, maka kapal-kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran dengan sangkaan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Penangkapan keempat kapal tersebut menambah jumlah kapal perikanan ilegal yang berhasil ditangkap oleh armada Kapal Pengawas Perikanan KKP selama tahun 2017. Sejak Januari sampai dengan akhir Agustus 2017, telah ditangkap sebanyak 97 kapal perikanan ilegal, dengan rincian 74 KIA dan 23 kapal perikanan Indonesia (KII). Sementara untuk KIA, jumlah terbanyak yang ditangkap adalah kapal berbendera Vietnam sejumlah 63 kapal, berbendera Malaysia 7 kapal, dan Filipina 4 kapal. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *