Dalih Turunkan Harga, Pemerintah Impor Pangan | Villagerspost.com

Dalih Turunkan Harga, Pemerintah Impor Pangan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau produksi bawang merah di Bima, Nusa Tenggara Barat (dok. pertanian.go.id)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau produksi bawang merah di Bima, Nusa Tenggara Barat (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah akhirnya menyerah juga pada tekanan pasar untuk melakukan impor bahan-bahan pangan. Harga-harga yang melambung tinggi menjelang puasa dan antisipasi menghadapi lebaran, membuat pemerintah memutuskan untuk mengimpor demi menurunkan dan menstabilkan harga bahan pangan.

“Semua itu dilakukan untuk menjaga harga bahan pangan tetap terjangkau di kalangan masyarakat. Yang kita harapkan harga turun. Satu, harga bawang harus turun. Kedua, harga gula turun. Ketiga, harga daging turun, dan keempat beras juga harus turun,” kata Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa (31/5).

(Baca juga: Impor Pangan Cara tak Cerdas Kendalikan Harga)

Impor, kata Presiden, juga dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang menjelang Ramadan yang selalu meningkat. “Menteri pasti sudah menghitung supply dan demand-nya. Saya kira kalau permintaannya banyak sementara kemampuan produksinya masih belum dapat memenuhi jumlah permintaan, maka harus ditutup dengan impor,” ujar Jokowi.

Untuk daging sapi, Jokowi tetap pada pendiriannya agar harga eceran di pasaran turun ke Rp80 ribu/kg. Impor daging yang dilakukan pemerintah sebesar 10.000 ton diharapkan mampu menurunkan harga daging yang saat ini di kisaran Rp130 ribu/kg.

Jokowi mengatakan, untuk daging sapi, saat ini masih dalam proses pengiriman, dan diharapkan pada minggu pertama bulan Ramadan nanti, stok daging tersebut dapat segera didistribusikan. Presiden mengatakan, pemerintah masih akan terus memantau perkembangan pasar untuk melihat apakah harga daging sapi bisa turun ke angka Rp80 ribu/kg. “Masih dilihat. Minggu kedua nanti dilihat,” ujarnya.

Jokowi menegaskan, pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan menjelang bulan Ramadhan. Selain menjaga pasokan, pemerintah juga terus berupaya agar harga bahan pangan, utamanya daging sapi dan bawang merah, tidak melonjak terlalu tinggi.

Kebijakan impor bawang merah yang saat ini dilakukan, lanjut Presiden, dimaksudkan untuk mencukupi ketersediaan bibit bawang yang sekitar satu atau dua bulan ke depan akan dibutuhkan oleh para petani. Saat ini, harga bibit bawang sudah mencapai Rp42 ribu-Rp43 ribu.

“Jadi impor bawang merah itu titik beratnya ada di bibit bawang, sehingga, sekarang petani punya kesempatan untuk menyimpan bibit yang nantinya akan dikeluarkan,” jelas Presiden.

Ikuti informasi terkait impor pangan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *