Dam Parit Pangandaran Direhabilitasi, Hasil Panen Petani Naik | Villagerspost.com

Dam Parit Pangandaran Direhabilitasi, Hasil Panen Petani Naik

Dam parit Citumang, Pangandaran, Jawa Barat (dok. kementerian pertanian)

Jakarta, Villagerspost.com – Perbaikan dam parit yang dibangun sejak zaman Belanda oleh pemerintah, membuat petani di Kabupaten Pangandaran lega. Mereka kini bisa kembali bertanam pasca perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah beberapa tahun silam. Dampak perbaikan dam parit itu pun signifikan karena hasil panen bisa meningkat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Agus Sutriadi mengatakan, saat ini petani bisa kembali melakukan panen sebanyak 3 kali setahun. Sebelumnya saat dam parit tersebut belum diperbaiki, Agus mengatakan, petani kerap mengeluh. “Seringkali petani libur tanam padi,” kata Agus, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (11/1).

Bahkan, kata dia, banyak petani ketika itu mulai lari dari sektor pertanian. Kini para petani bergairah kembali. Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan, petani kembali bergairah karena hasil panen melimpah. “Mereka senang karena lahan kembali terairi dan bisa panen 8-9 ton per ha,” kata Dedi.

Angka itu nyaris dua kali lipat dari produksi rata-rata nasional yang hanya 5 ton per ha. Hasil tinggi itu, menurut Dedi, karena secara alami sawah Pangandaran bukan berada pada lahan masam. “Di sana banyak pegunungan berkapur sehingga air yang mengalir relatif basa,” kata Dedi.

Pada kondisi sawah yang berada di kisaran netral, maka unsur hara tersedia bagi padi. “Pupuk yang diberikan dapat langsung diserap tanaman,” kata Dedi.

Menurut Dedi, Sungai Citumang membelah daratan berbahan induk batu gamping sehingga terbentuk sungai curam dan deras. Di sungai itulah dam parit (bendung kecil) terletak di Desa Bojong, Kecamatan Parigi.

Dam parit ini sudah dibangun sejak jaman pemerintahan Belanda dan pernah direhabilitasi Kementerian PU beberapa tahun lalu. Dam parit selebar sekitar 15 meter itu memiliki debit air lebih dari 1000 liter/detik, dan dapat mengairi ribuan hektare hamparan lahan sawah yang terdapat di Desa Bojong, Cibenda, Ciliang, Cintaratu, dan Cintakarya.

Pangandaran juga memiliki Sungai Cijulang yang membentang dari hulu bagian utara Pangandaran hingga hilir pantai selatan Batukaras membelah daratan yang berasal dari batu gamping sehingga terbentuk sungai curam dan kadang-kadang melewati gua-gua batu kapur stalagnit dan stalaktit. Menurut Agus sawah-sawah yang dapat pengairan dari dam parit Citumang ditanami padi varietas Ciherang dan Mekongga karena rasanya enak dan harga jualnya baik.

Di Pangandaran sendiri saat ini terdapat 13 ribu hektare sawah irigasi dan tadah hujan. Kini berkat adanya dam parit Citumang, Kecamatan Parigi menjadi salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Pangandaran selain Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, dan Kalipucang.

Bahkan kini dam parit Citumang juga memberikan pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan bagi Kabupaten Pangandaran melalui sektor pariwisata. “Masyarakat jadi dobel untung. Pertanian meningkat, pariwisata juga meningkat,” kata Agus. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *