Dana Desa Serap 2,65 Juta Tenaga Kerja Desa | Villagerspost.com

Dana Desa Serap 2,65 Juta Tenaga Kerja Desa

Masyarakat membangun jalan desa. Pemerintah klaim dana desa sumbang 0,5 persen pertumbuhan ekonomi (dok. batangkab.go.id)

Masyarakat membangun jalan desa. Pemerintah klaim dana desa sumbang 0,5 persen pertumbuhan ekonomi (dok. batangkab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan, program dana desa yang pertama kali bergulir padatahun 2015, sudah membawa dampak positif bagi masyarakat desa. Dana sebesar Rp20,7 triliun yang dikucurkan untuk 74.093 desa itu, kata Marwan, sudah mampu memberi kontribusi kongkrit terhadap desa, yakni terkait peningkatan sarana prasarana dan layanan dasar, sarana prasarana ekonomi, serta penyerapan tenaga kerja.

Rata-rata jumlah penyerapan tenaga kerja langsung sebagai kontribusi dana desa di bidang pembangunan fisik adalah 2,65 juta orang. “Ini sifatnya cash for work bagi masyarakat desa,” kata Marwan di Jakarta, Rabu (16/3).

(Baca Juga: Pemda Diminta Aktif Awasi Dana Desa)

Dana desa tahun 2015 memang diprioritaskan untuk membangun infrastruktur yang bersifat padat karya dan tidak boleh dikontraktualkan. Bahan baku pembangunan dari desa, pekerjanya dari desa, sehingga dana desa itu benar-benar berputar di desa. “Dana desa tahun 2015 juga telah memberi kontribusi positif terhadap upaya penanggulangan kemiskinan pada 66,9% desa,” terang Marwan.

Dia memaparkan, penggunaan dana desa 2015 sebagian besar yaitu 89% digunakan untuk pelaksanaan pembangunan desa sebesar 89%. Sisanya, 6% untuk belanja pemerintahan desa 6%, pembinaan kemasyarakatan 3%, dan pemberdayaan masyarakat sebesar 2%.

Marwan mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana memberi pemahaman pada masyarakat desa dalam menjalankan kegiatan dengan baik. Apalagi jumlah desa sudah mencapai 74.754 dengan berbagai tipologi dan memiliki perbedaan kapasitas yang masih sangat lebar.

Sebagai gambaran, lanjut Menteri Marwan, 45% desa di Indonesia adalah desa tertinggal dan 18,25% merupakan desa sangat tertinggal. Butuh upaya pengawasan dan pendampingan semua pihak sehingga kewenangan desa maupun dana desa dipakai dengan maksimal dan tanpa penyimpangan.

“Kami sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Desa No.21/2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016. Ini bisa menjadi panduan teknis bagi desa dalam melakukan pembangunan di desanya,” terang Menteri Marwan.

Marwan kembali menegaskan, jumlah dana desa 2016 sudah dinaikkan menjadi Rp47 Triliun dan tahun 2017 akan dinaikkan lagi menjadi Rp81,1 triliun. “Kenaikan Dana Desa ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintahan Presiden Jokowi yang menjadikan desa sebagai pondasi pembangunan nasional,” tegasnya. (*)

Ikuti informasi terkait dana desa >> di sini <<

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *