Dana Desa untuk Membangun Tempat Pembuangan Sampah Desa | Villagerspost.com

Dana Desa untuk Membangun Tempat Pembuangan Sampah Desa

Tempat Pembuangan Sampah Desa di Sumenep, Madura. Dana Desa bisa digunakan untuk membangun TPS (dok. sumenepkab.go.id)

Tempat Pembuangan Sampah Desa di Sumenep, Madura. Dana Desa bisa digunakan untuk membangun TPS (dok. sumenepkab.go.id)

 

 

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengatakan dana desa yang sudah dikucurkan dari kabupaten ke desa-desa bisa digunakan untuk memperkuat infrastruktur desa. Diantaranya, kata dia, bisa digunakan untuk membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang masih minim di pedesaan.

“Dari data Podes 2014, hanya ada 11,18% desa yang memiliki fasilitas TPS, sedangkan sisanya yakni sebesar 88,82% tidak memiliki TPS,” kata Marwan seperti dikutip kemendesa.go.id, Kamis (1/10).

Marwan menegaskan lagi, saat ini dana desa yang sudah dicairkan dari Kabupaten ke desa-desa sudah mencapai 65%, dan sejauh ini sudah 45 % dari dana desa tersebut yang sudah dibelanjakan oleh desa-desa. Menurut Marwan, kebanyakan dana desa itu memang digunakan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pedesaan.

“Tiap hari akan dipantau dan setiap hari terus akan ada pergerakan mengenai dana desa ini,” ujar Marwan.

Kebutuhan infrastruktur pedesaan, menurut Marwan, masih penting untuk diperkuat mengingat kondisi infrastruktur di desa-desa masih sangat memprihatinkan. “Makanya, dalam Permendes No.05 mengenai prioritas penggunaan dana desa, salah satunya diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur pedesaan, seperti jalan, pembangunan irigasi untuk pertanian, pasar desa dan lain sebagainya,” ujarnya.

Marwan menjelaskan, keputusan untuk memperkuat infrastruktur pedesaan melalui dana desa bukan tanpa alasan. Menurut data yang diolah Kementerian Desa, masih banyak pembangunan di desa yang belum mempunyai Standar Pelayanan Minimum (SPM), semisal Tempat Pembuangan Sampah tadi.

Minimnya fasilitas ketersediaan TPS bagi masyarakat di desa, kata Marwan, berdampak pada cara masyarakat dalam membuang sampah. “Mayoritas masyarakat di desa 65,08% membuang sampah dengan cara menggali lubang atau membakar sampah tersebut, sedangkan 9,77% masyarakat membuang sampah di sungai, saluran irigasi, danau atau laut yang berakibat pada pencemaran lingkungan,” imbuhnya.

Dengan adanya dana desa, persoalan seperti minimnya ketersedian TPS bisa segera di atasi. “Dengan dana desa bisa dibuat untuk membuat TPS, atau membuat bank sampah yang bisa dikelola oleh masyarakat setempat, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *