Desa Kalensari Mengolah Sampah Jadi Berkah | Villagerspost.com

Desa Kalensari Mengolah Sampah Jadi Berkah

Mesin pirolisis, mesin pembakar sampah dan pengubah asapnya menjadi asap cair (dok. pemdes kalensari)

Sampah organik maupun non organik diubah menjadi asap cair yang berguna (dok. pemdes kalensari

Asap cair yang dihasilkan dari proses pembakaran sampah (dok. pemdes kalensari)

Sisa asap cair ditampung di penampungan terpisah yang menjadi asap cair grade 2 untuk pengawetan kayu (dok. pemdes kalensari)

Indramayu, Villagerspost.com – Terobosan terkait kebersihan lingkungan yang dilakukan Desa Kalensari, Kecamatan Widasari, Indramayu, Jawa Barat bukan sekadar membentuk Kelompok Kerja Resik Desa alias mmebentuk Pasukan Oranye Kalensari ala pasukan kebersihan yang terkenal di DKI Jakarta. Lebih dari itu, desa Kalensari, juga mengolah berbagai sampah menjadi berkah.

Kepala Desa alias Kuwu Desa Kalensari H. Masroni mengatakan, selain diangkut untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sebagian dari sampah yang dihasilkan masyarakat desa, diolah menjadi sesuatu yang berguna. “Selain diangkut sampah juga dimanfaatkan untuk pembuatan asap cair, dimana asap cair ini dapat berguna untuk pengendalian hama pada tanaman jenis asap grade 3,” kata Masroni kepada Villagerspost.com, Selasa (10/10).

Asap cair merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran sampah secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Pembakaran dilakukan di mesin pirolisis, yaitu alat untuk mengubah asap menjadi asap cair yang memiliki nilai ekonomis.

Tak hanya asap cair grade 3, olahan asap cair itu juga diolah menjadi asap cair grade 1 untuk pengawet bahan makanan. Kemudian, untuk asap cair grade 2 bisa digunakan untuk bahan pengawet kayu. “Karena baik sampah organik maupun non organik masuk dalam ruang pembakaran untuk dijadikan asap cair,” terang Masroni.

Mesin pirolisis untuk memproses asap cair ini dibangun sendiri oleh pihak desa. “Alat ini juga salah satu solusi ketidakdisiplinan warga dalam memilah-milah sampah,” tegas Masroni.

Selain itu, alat pirolisis ini pun bisa mendatangkan manfaat ekonomi juga. “Jika desa lain berminat untuk pembuatan alat ini juga bisa dipesan melalui BUMDesa Berkah Mandiri Desa Kalensari,” pesan Masroni.

Laporan/Foto: Tim Jurnalis Desa Kalensari

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *