Doa Bersama Petani Gogodeso, Hindari Serangan Wereng | Villagerspost.com

Doa Bersama Petani Gogodeso, Hindari Serangan Wereng

Petani memeriksa lahannya yang terserang hama wereng di Desa Punggut, Kecamatan Pedas, Ngawi, Jawa Timur)

Blitar, Villagerspost.com – Manusia boleh berusaha, namun tetap Tuhan lah yang akan menentukan hasilnya. Karena itulah, para petani asal Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menggelar doa bersama agar tanaman padi mereka terhindar dari serangan wereng. Acara doa bersama tersebut dihelat pada Sabtu, (8/7) lalu.

Acara doa bersama ini juga diikuti anggota Gerakan Petani Nusantara (GPN) Jawa Timur dari 16 kabupaten, Ketua GPN Hermanu Triwidodo, dan Ketua GPN Jawa Timur Suhartono. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Eko Priyo Utomo, Camat Kanigoro Aan Ernawanto, babinsa, bhabinkamtibmas Desa Gogodeso dan tamu undangan lainnya, dan.

Kepala Desa Gogodeso Choirul Anam mengatakan selamatan ini bertujuan untuk tolak bala. Sebab, beberapa musim ini petani di seluruh Indonesia mengalami masalah berupa ledakan hama penyakit seperti hama tikus, wereng, penyakit kerdil, hama bule. ‚ÄúPetani banyak yang mengeluh karena gagal panen dan tidak bisa menanam lagi,” kata Choirul.

Di Gogodeso, kata Choirul, ada 145 hektare lahan sawah. Hampir setahun terakhir baik musim padi atau palawija telah mengalami kegagalan panen akibat serangan hama penyakit tanaman. “Serangan hama di tahun 2016-2017, akibatnya produksi panen sangat minim sekali,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sambung Choirul, pihaknya melakukan upaya penanganan secara lahir maupun batin. “Penanganan secara lahir kami dari pemerintah desa menggelar sekolah lapang bagi petani dengan bekerjasama dengan Unibraw Malang. Sementara penanganan secara batin kami bekerjasama dengan seluruh unsur masyarakat karena penangananya harus secara bersama-sama, dan alhamdulilah hari ini hadir kyai, tokoh adat, pemda dan perwakilan GPN dari 16 Kabupaten,” terang Choirul.

Dalam kesempatan itu, Ketua GPN Hermanu Triwidodo dalam sambutanya mengatakan, tidak pernah ada kata terlambat untuk berdo’a, untuk itu dirinya mengajak masyarakat yang hadir agar dalam masa Windu Kuntoro (masa dimana banyak datang bencana alam). Selain itu, Hermanu mengimbau, jika petani ingin selamat dari serangan hama sudah sepatutnya seluruh orang untuk bergotong royong dan mengontrol tingkah laku.

“Maka ada bahasanya, kalau kita kelakuannya rusak maka alamnya juga rusak. Kalau pengen alamnya tidak rusak atau tidak ngamuk, itu justru kitanya yang harus ngatur. Jadi kalau ada ledakan hama penyakit seperti sekarang itu bukan karena yang lain, tapi karena kita sendiri. Maka harapan saya ketika berkumpul ini kita harus mengingatkan diri sendiri,” tambah Hermanu.

Hermanu menilai, praktik budidaya pertanian ekologis atau ramah lingkungan yang diterapkan para anggota GPN sudah tepat. “Tindakan preemptif yang dilaksanakan oleh petani GPN mampu menghindarkan tanaman padi dari serangan tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr. Suryo Wiyono mengingatkan para petani agar bersiap menghadapi serangan wereng coklat pada musim tanam gelombang kedua tahun ini. “Gejala serangannya sudah dimulai,” kata Suryo kepada Villagerspost.com.

Berdasarkan data dari Gerakan Petani Nusantara (GPN) serangan dalam skala besar sudah terjadi di Kecamatan Randu Blatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Serangan juga terjadi Ngawi Jawa Timur, dan Cirebon Jawa Barat. Laporan serangan wereng juga dilaporkan sudah terjadi di beberapa wilayah seperti Purworejo, Jawa Tengah.

Para petani anggota Gerakan Petani Nusantara di kawasan Ngawi dan Madiun, Jawa Timur, serta Klaten dan Kebumen, Jawa Tengah, sudah melaporkan serangan wereng ini ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB).

Dari sebagian foto laporan yang dikirimkan ke redaksi Villagerspost.com, Senin (12/6), tampak serangan wereng yang terjadi kali ini, sudah mulai merata menyerang sawah petani. Serangan yang mengganas itu diantaranya terjadi di Desa Punggutm Kecamatan Padas, Ngawi, Jawa Timur, dan Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah dan beberapa desa lain.

Menanggapi laporan ini, tim dari Fakultas Pertanian IPB, khususnya dari Departemen Proteksi Tanaman IPB, sudah menerjunkan timnya ke lokasi untuk memberikan penyuluhan kepada petani tentang cara penanganan serangan wereng ini.

Selain itu, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB bekerjasama dengan LPPM IPB juga sudah meluncurkan Aksi Cepat Tanggap Pengendalian Wereng Coklat. “Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi IPB dalam memberikan reaksi cepat (quick response) terhadap masalah wereng coklat yang sedang mengganas di berbagai tempat dan memberikan masukan kepada berbagai pihak tentang pengelolaan wereng coklat,” kata Suryo Wiyono .

Selain itu kegiatan ini juga sebagai sarana menyebarluaskan pengetahuan dan teknologi pengendalian wereng coklat terutama kepada petani. “IPB mempunyai sumber daya berupa teknologi, kepakaran, mahasiswa dan jaringan untuk bekontribusi dalam memecahkan ledakan hama tersebut. Oleh karenanya kegiatan ini menjadi sangat penting dilakukan ditengah pengabaian oleh para pihak,” sambung Kepala LPPM IPB Prastowo. (*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *