Eropa Ratifikasi Kesepakatan Paris, Aksi Nyata Ditunggu | Villagerspost.com

Eropa Ratifikasi Kesepakatan Paris, Aksi Nyata Ditunggu

Bencana banjir di Asia akibat perubahan cuaca ekstrem (dok. oxfam)

Bencana banjir di Asia akibat perubahan cuaca ekstrem (dok. oxfam)

Jakarta, Villagerspost.com – Rabu (5/10) kemarin, Parlemen Eropa telah memberikan persetujuannya untuk meratifikasi Kesepakatan Iklim Paris di level Uni Eropa. Menanggapi hal itu, Deputi Direktur Oxfam untuk Kampanye dan Advokasi Natalia Alonso mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah Uni Eropa untuk mempercepat ratifikasi Kesepakatan Iklim Paris.

“Itu adalah berita menggembirakan, Uni Eropa dan para negara anggotanya kini telah menegaskan bahwa seluruh kebijakan mereka akan menghormati persyaratan dan semangat dari kesepakatan Paris. Ini adalah ujian kredibilitas bagi komitmen pemerintah untuk melindungi penduduk dan planet ini dari pemanasan global,” kata Natalia, dalam pernyataan tertulis yang diterima Villagerspost.com, Kamis (6/10).

Kesepakatan Paris telah menetapkan tujuan untuk membatasi pemanasan global kurang dari 1,5° Celsius. Tetapi, saat ini komitmen Uni Eropa belumlah menetapkan kenaikan suhu di bawah 2° Celcius, apalagi 1,5° Celsius.

Beberapa kebijakan seperti kebijakan bioenergi Uni Eropa, kata dia, membawa Eropa untuk bertabrakan dengan Kesepakatan Paris dan komitmen untuk pembangunan yang berkelanjutan. “Tujuan global untuk mengakhiri kelaparan, sebagai contoh, tidak akan bisa dicapai jika Uni Eropa terus mendukung bioenergi yang tidak berkelanjutan yang tidak hanya akan meningkatkan emisi tetapi juga menghabiskan banyak lahan yang bisa mengancam penghidupan masyarakat di negara berkembang,” ujar Natalia.

Untuk diketahui, Kesepakatan Iklim Paris memerlukan setidaknya ratifikasi dari 55 negara atau mewakili setidaknya 55% emisi gas rumah kaca untuk sebelum bisa diberlakukan. Perserikatan Bangsa-Bangsa sendiri sudah mendata negara-negara yang telah meratifikasi kesepakatan tersebut.

Per hari Selasa (4/10) pukul 12.00 Waktu Eropa Tengah 62 pihak telah meratifikasinya, mewakili 51,89% emisi global. Menteri-Menteri Lingkungan Eropa telah bersepakat untuk melakukan percepatan ratifikasi untuk Uni Eropa pada Jumat (7/10). Setelah pemungutan suara khusus di Parlemen Eropa, Badan Uni Eropa secara formal dapat mengadopsi keputusan Parleman Eropa itu melalui prosedur tertulis mendesak.

Dengan begitu, Uni Eropa bersama dengan tujuh negara anggota yang telah menuntaskan proses ratifikasi, dapat menyerahkan instrumen ratifikasi ke PBB pada pekan ini. Tujuh negara anggota Uni Eropa telah menuntaskan proses ratifikasinya atas Kesepakatan Paris adalah Hungaria, Prancis, Slovakia, Austria, Malta, Portugal dan Jerman. Ketujuh negara ini memiliki emisi setara 5% emisi global.

Oxfam menegaskan, krisis kemanusiaan yang ditimbulkan oleh iklim seperti fenomena El Nino menunjukkan bahwa perubahan iklim adalah realitas yang brutal bagi jutaan orang yang memiliki kerentanan. Ada kebutuhan mendesak untuk segera meningkatkan pendaan untuk adaptasi pada cuaca ekstrem, tetapi dukungan internasional untuk adaptasi masih belum mencapai angka yang dibutuhkan.

Oxfam mendukung Uni Eropa untuk meningkatkan pendanaan untuk aksi iklim internasional, tetapi tidak hanya tergantung pada dana bantuan pembangunan yang terbatas untuk melakukannya. “Kami percaya bahwa revisi atas Skema Perdagangan Emisi Uni Eropa harus menyertakan penyisihan dana penghasilan Aksi Pendanaan Iklim Global sebagai cara untuk meningkatkan pendanaan adaptasi yang dibutuhkan sebagai cara efektif dan adil dalam melawan efek berbahaya perubahan iklim,” kata Natalia.

Uni Eropa juga memiliki peluang untuk menunjukkan dukungan untuk mereka yang paling membutuhkan dalam diskusi terkait peta jalan untuk mencapai komitmen pendanaan sebesar US$100 miliar pendanaan iklim untuk bisa disepakati dalam pertemuan pada pihak ke-22 di Maroko, bulan depan.

Ikuti informasi terkait perubahan iklam >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *