Garap 4 Juta Hektare Lahan Tidur, Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun | Villagerspost.com

Garap 4 Juta Hektare Lahan Tidur, Pemerintah Gelontorkan Rp20 Triliun

Pemanfaatan lahan tidur untuk menanam cabai di Kulon Progo, Yogyakarta (dok. kabupaten kulon progo)

Pemanfaatan lahan tidur untuk menanam cabai di Kulon Progo, Yogyakarta (dok. kabupaten kulon progo)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan membangkitkan kembali sekitar 4 juta hektare lahan tidur. Untuk itu pemerintah melalui Kemendes PDTT bakal menggelontorkan dana sebesar Rp20 triliun diantaranya untuk membangun embung. Untuk proyek ini, Kemendes PDTT berkolarborasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, sebanyak 80 persen masyarakat desa hidup di bidang pertanian. Karena itu, dibutuhkan sinergitas yang kuat, sehingga kebutuhan desa dapat saling dilengkapi.

“Menteri Pertanian dan presiden me-request (meminta) Kemendes agar membuat embung. Tahun depan, dana desa ada Rp60 triliun lebih, dan ADD (Alokasi Dana Desa) sekitar Rp150 triliun. Menyisihkan Rp20 triliun tidak susah, terkait model embung Menteri Pertanian dan Menteri PUPR sudah mendesain,” ujar Eko usai Rapat Koordinasi dengan Menteri Pertanian di Kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta, Kamis (20/10).

Menurut Eko, dengan dibangunnya Embung di 4 hektare juta lahan desa tersebut, petani akan mampu panen 2-3 kali per tahun. “Kita (Kemendes PDTT) tinggal melengkapi apa yang telah dibuat oleh Kementerian Pertanian dengan melengkapi saluran tersier. Dana desa juga akan kita push (dorong) untuk membangun sarana pasca panen. Sarana pasca panen bisa dalam bentuk gudang, nanti kita ajak pengusaha. Swasta akan diberi kemudahan kredit dan insentif pajak untuk ini,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, ada solusi permanen yang dibangun bersama antar kementerian untuk membangun 4 juta hektare lahan tidur di desa. Solusi tersebut yakni memberikan ketersediaan air melalui embung, parit, sumur dangkal dan sumur dalam.

“Kita bagi, pedesaan di bagian embung, kami siapkan pompa, benih, pupuk. Kalau ini kita lakukan bersama, kalau 4 juta hektar lahan dalam 1 kali tanam jagung saja misalnya dapat menghasilkan 8 ton produksi, akan menghasilkan kurang lebih Rp70-80 triliun dalam 1 kali tanam,” terang Amran.

Adapun 4 juta hektare lahan pertanian tersebut menurut Amran, tersebar di berbagai desa Nusantara. Seperti halnya Jawa, Sumatera dan Wilayah Timur Indonesia. Upaya membangkitkan lahan tersebut juga untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

“Petani sekarang cerdas, kalau ada air pasti tanam. Semua akan terintegeritas di lahan pertanian ini. Di embung-embung ini akan ada ikan, ayam juga pasti akan berkembang biak, bebek, sapi semua bergerak. Kalau ini selesai, pastinya pangan akan bertambah kuat,” pungkas Amran.

Ikuti informasi terkait lahan tidur >> di sini <<

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *