Gempa Lombok, Oxfam Bangun Instalasi Air Bersih | Villagerspost.com

Gempa Lombok, Oxfam Bangun Instalasi Air Bersih

Peta wilayah rawan gempa di Indonesia (dok. presidenri.go.id)

Lombok, Villagerspost.com – Gempa berkekuatan 7 pada skala Richter, membawa dampak bagi 600 ribu orang di Lombok. Menghadapi masa-masa tanggap darurat, Oxfam Indonesia yang juga banyak bekerja di kawasan tersebut segera membangun fasilitas air bersih untuk memenuhi kebutuhan para penyintas gempa.

Lebih dari 20.000 orang berada di tempat penampungan sementara sementara ribuan lainnya berada di bawah langit terbuka yang membutuhkan air minum, makanan, persediaan medis, dan pakaian. “Air minum bersih masih langka karena kondisi cuaca yang sangat kering menjelang bencana,” kata Humanitarian Program Lead Oxfam Ancilla Bere, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Selasa (7/8).

Setelah gempa pertama yang berkekuatan 6,5 SR menghantam Lombok, pada minggu lalu, Oxfam telah mengirim bantuan berupa instalasi penyediaan air bergerak, 1.500 terpal untuk membangun tempat perlindungan sementara, pakaian, dan mendirikan pusat informasi bantuan darurat untuk mendukung kerja para mitra kemanusiaan setempat. “Oxfam sekarang akan segera mengintensifkan upaya pengiriman bantuannya,” tegas Ancilla.

Semua staf Oxfam dan staf mitra di Lombok dilaporkan dalam kondisi aman. Namun banyak lokasi proyek dimana Oxfam bekerja, yang terdampak berat oleh gempa yang menghentikan operasi reguler. “Namun, mereka terus memberikan bantuan darurat kepada mereka yang terkena dampak gempa terakhir,” terang Ancilla.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menginformasikan, hingga Senin (6/8) kemarin, jumlah korban tercatat sebanyak 98 orang meninggal dunia, 236 orang luka-luka. Ribuan rumah rusak dan pengungsi mencapai ribuan jiwa yang tersebar di berbagai lokasi.

Sutopo memperkirakan, jumlah korban dan kerusakan akibat dampak gempa akan terus bertambah, mengingat belum semua daerah terdampak gempa dapat dijangkau petugas Tim SAR gabungan. Disamping juga terdapat dugaan adanya korban yang tertimbun bangunan yang roboh belum dapat dievakuasi oleh petugas.

“TIM SAR Gabungan terus menyisir daerah-daerah terdampak gempa untuk melakukan evakuasi, penyelamatan dan pertolongan kepada korban. Pendataan masih terus dilakukan oleh aparat,” kata Sutopo.

Menurut Sutopo, korban meninggal dunia paling banyak terdapat di Kabupaten Lombok Utara karena wilayah inilah yang parah terkena dampak gempa. Dari 98 orang meningggal dunia akibat gempa, terdapat di Kabupaten Lombok Utara 72 orang, Lombok Barat 16 orang, Kota Mataram 4 orang, Lombok Timur 2 orang, Lombok Tengah 2 orang, dan Kota Denpasar 2 orang.

Sebagian besar korban meninggal, jelas Sutopo, akibat tertimpa bangunan yang roboh. Ia memastikan, semua korban meninggal dunia adalah warga negara Indonesia, dan belum ada laporan wisatawan asing yang menjadi korban akibat gempa.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *