Gotong Royong Membangun Masyarakat Tangguh Bencana | Villagerspost.com

Gotong Royong Membangun Masyarakat Tangguh Bencana

Wali kota Bima Qurais Abidin menerima cenderamata dari Koordinator Program Humanitarian Oxfam di Indonesia Ancilla Bere (dok. oxfam/irwan firdaus)

Mataram, Villagerspost.com – Saat bencana terjadi, korban dan kerugian paling besar biasanya diderita oleh masyarakat rentan yang terdiri dari masyarakat miskin, kaum perempuan dan anak-anak. Karena itu, Program Kemanusiaan dan Pengurangan Risiko Bencana Oxfam di Indonesia, menggelar program pembelajaran tahunan untuk mendukung terwujudnya ketangguhan masyarakat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Acara tersebut digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (5/6). “Oxfam di Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung program membangun ketangguhan bencana dan adapatasi perubahan ikilm di Indonesia melalui program hak-hak dalam Krisis dan Kemanusiaan untuk untuk memberdayakan perempuan, laki-laki, anak perempuan dan anak laki-laki serta kelompok rentan lainnya,” kata Koordinator Program Kemanusiaan Oxfam di Indonesia Ancilla Bere, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Oxfam, kata Ancilla, berharap upaya ini akan berhasil membangun kelompok rentan untuk mampu menghadapi situasi krisis dan dapat mengggunakan hak-haknya ketika terjadi bencana. Untuk mencapai tujuan itu Oxfam dan para lembaga mitra program kemanusiaan di Indonesia didukung oleh ANCP-DFAT Australia dan Pemerintah Kanada telah melaksanakan berbagai program secara terpadu sejak 2013 hingga saat ini di beberapa kabupaten dan Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Agar tujuan program ini tercapai Oxfam telah mengimplementasikan beberapa program yang dikelola bersama mitra pelaksana bekerjasama dengan institusi pemerintah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat,” kata Ancilla Bere..

Menurut Ancilla program-program tersebut antara lain Konvergensi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana di Kota Bima, sinergi kawasan dalam Mitigasi Banjir berbasis DAS oleh LP2DER Bima, dan pertanian adaptif kekeringan di Flores Timur oleh YPPS Flores Timur. Kemudian ada juga program membangun Ketangguhan UMKM di Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam, dan Kota Mataram oleh Jemari Sakato di Sumatera Barat dan oleh Konsepsi di NTB.

Berikutnya adalah program kepemimpinan perempuan dalam pengurangan risiko bencana di kabupaten Lombok Utara oleh KOSLATA bekerja bersama Kementerian Sosial dan MPBI. Kemudian, program untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pendanaan kemanusaiaan dalam Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Sumbangan.

Oxfam juga bekerja bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam mendorong pelembagaan pengarusutamaan gender dalam penanggulangan bencana sebagaimana diamanatkan dalam PERKA BNPB Nomor 13 tahun 2014 mengenai Pengarusutamaan Gender dalam Penanggulangan Bencana. Bersama BNPB dan Kementerian koperasi Oxfam mengembangkan panduan nasional ketangguhan UMKM dengan cara bekerja bersama aliansi masyarakat sipil dan YLI Yogyakarta, mendorong perspektif PRB dalam Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Selain itu juga dikembangkan Humanitarian Knowledge Hub sebagai hasil inisiasi bersama mitra kerja program kemanusiaaan di Indonesia untuk menata kelola pengetahuan dan praktik yang diperoleh dari pengalaman implementasi program. ” Hal ini penting agar menjadi kekuatan bersama dalam pengelolaan organisasi dan koordinasi dalam program kemanusiaan yang dikelola Jemari Sekato dari Sumatera Barat,” kata Ancilla.

Ada juga Program Power UP yang diselenggarakan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan secara demokratis di tingkat desa dengan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi yang sedang dilaksanakan di sejumlah desa di empat kabupaten di NTB. Program ini dilakukan Oxfam bersama KPI NTB, KONSEPSI Lombok, Koslata Lombok, dan PKBI NTB.

Melalui program hak-hak dalam krisis, Oxfam di Indonesia terus berupaya untuk mencapai dampak program yang luas dengan mengembangkan berbagai strategi dan inovasi ini dilakukan dalam mendukung upaya yang baik bersama pemerintah. “Dalam pelaksanaannya Oxfam menyediakan ruang bagi lembaga mitra pelaksana program, masyarakat, pemerintah dan pihak terkait untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran agar dapat meningkatkan sinergi bersama dalam penanggulanan bencana di Indonesia,” papar Ancilla.

Pada tahun 2018 Oxfam mengemas proses pembelajaran ini melalui rangkaian kegiatan pembelajaran bersama dalam bentuk unjuk wicara dan pameran hasil kerja serta dilanjutkan dengan uraian pencapaian program periode 2017-2018. “Hasil kegiatan ini menjadi masukan pada pengembangan program Oxfam dan mitra pada saat mendatang dengan berorientasi pada perubahan sosial jangka panjang dan mendukung pencapaian kapasitas adaptif, absortif dan transformatif menuju masyarakat yang siap dan tangguh menghadapi bencana,” pungkas Ancilla.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *