Greenpeace Indonesia: Banyak Penyelundupan Kayu di Papua Yang Belum Terungkap | Villagerspost.com

Greenpeace Indonesia: Banyak Penyelundupan Kayu di Papua Yang Belum Terungkap

Penyelundupan kayu di Indonesia masih terus terjadi. (doc greenpeace)

 

Sorong, Villagerspost.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Penegak Hukum Wilayah Maluku dan Papua berhasil mengagalkan upaya penyelundupan kayu ilegal.

Tepatnya pada Selasa (6/3) lalu, Balai Penegak Hukum KLHK bersama Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menghentikan proses pengiriman 21 kontainer kayu jenis Merbau olahan ilegal dari Kaimana ke Surabaya.

Organisasi lingkungan internasional Greenpeace menilai penyelundupan kayu olahan ilegal itu terbilang kecil jika dibandingkan dengan praktik penyelundupan yang sudah lama terjadi di Papua.

Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia Charles Tawuru mengatakan, sejauh ini aktor besar yang melakukan penyelundupan kayu alam dari hutan Papua belum terungkap oleh penegak hukum dan pemerintah. Banyak pihak mencari celah dengan mengambil kayu dari masyarakat.

“Modus ini bukanlah hal baru demi mengelabui petugas, namun cara ini tidak hanya terjadi di Kaimana tetapi di sejumlah tempat di Papua,” terang Charles dalam keterangan tertulis yang diterima Villagerspost.com, Sabtu (10/3).

Pengungkapan ini berawal dari laporan dari berbagai sumber termasuk masyarakat dan penelusuran penegak hukum. Rencananya, kayu ini dikirim ke Surabaya menggunakan ekspedisi muatan kapal laut.

Lemahnya pengawasan, kata Charles, menjadi satu di antara faktor yang membuat perdagangan kayu ilegal masih terjadi di Papua. Alhasil banyak kayu keluar dari Papua tanpa melalui verifikasi.

Longgarnya pengawasan ini, lanjut Charles, terjadi sejak Dinas Kehutanan di tingkat kabupaten dilebur menjadi satu ke tingkat provinsi. Sehingga, Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) diserahkan seluruhnya kepada pemerintah provinsi.

“Perlu dikaji ulang untuk memperkuat kembali fungsi pengawasan oleh dinas kehutanan di tingkat kabupaten sehingga bisa menjangkau wilayah yang lebih terpencil,” tukas Charles.

Editor: Rizaldi Abror

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *